home Inside Kurio, Kurio Tips Tips Punya Banyak ‘Side Job’ ala Arif Rahman

Tips Punya Banyak ‘Side Job’ ala Arif Rahman

Menjaga pengeluaran biar nggak lebih besar dari pemasukan adalah prinsip keuangan yang sederhana. Namun penerapannya nggak semudah mengucapkannya. Apalagi jika kebutuhan (dan keinginan) terus bertambah.

Memperbesar pemasukan jadi solusi yang perlu diambil. Sayangnya, banyak orang terperangkap mindset bahwa pemasukan adalah gaji. Gaji memang salah satu sumber pemasukan, tapi pemasukan nggak hanya terpaku dari gaji.

Instead of resign tapi udah nyaman betul di tempat kerja, kenapa nggak kepikiran bisnis atau kerja sampingan?

Nah, ngobrolin balance kerja kantoran dan side job, Kurio berkesempatan ngadain Live IG dengan Muhammad Arif Rahman, blogger traveling dan founder Whattravel, Kamis (17/6).

Berikut tips and trick nambah penghasilan dari kerjaan sampingan dari Arif Rahman!

Never Say Never

Cari side job itu hampir sama kayak bisnis. Nggak ada formula pastinya. Kamu perlu gali potensi diri, cari tahu apa yang kamu suka, dan melakukannya.

“Semua, sih, aku kerjain karena aku never say never dan nggak bisa say no for cuan hehehe,” ujar pria yang serius ngeblog sejak 2012 ini.

“Tapi yang paling rutin memang menulis, ada produk minta di-review, di masa pandemi ini sering jadi speaker webbinar juga” lanjutnya.

Gali Potensi Diri

Ini juga nggak kalah penting. Kamu perlu mengasah soft skill atau kemampuan di luar job desk kantor.

“Aku percaya semua hal itu bisa dipelajari. Kayak sebelumnya aku nggak terlalu bisa public speaking, ngomong di depan banyak orang gampang terbata-bata.Tapi ya aku asah terus supaya bisa jadi penghasilan,” jelas pemilik bisnis kuliner @dapurgladies ini.

Buktinya lulusan Sarjana Ekonomi ini menguasai bidang kepenulisan dan bisnis secara otodidak. Dan belakangan lagi mendalami editing video untuk konten Youtube!

Basic accounting kepake banget saat untuk pembukuan Whattravel, pekerjaan sampingan, jadi bisa bikin proyeksi pendapatan tahun ini segini tahun depan meningkat berapa persen,” terang pemilik blog Backpackstory.me ini.

Bangun Personal Branding

Soal personal branding atau marketing memang tricky. Apalagi kalau side job kamu layanan jasa. Kalau jualan produk, kamu bisa fokus pada kualitas barang.

“Menurutku lebih susah jualan jasa. Karena kita butuh bangun personal branding yang kuat. Entah itu setahun dua tahun,” terang pria yang menerima side job sejak tahun 2013.

Arif Rahman pun berbagai cerita tentang pengalamannya nulis blog. Awalnya ia menulis cerpen sejak 2010. Namun hobi jalan-jalan yang tak ingin meluap begitu saja ia abadikan dalam blog perjalanan sejak 2012. Semenjak itu ia rutin menulis cerita traveling dan pundi-pundi penghasilan tambahan pun menghampiri.

“Karena konsisten nulis akhirnya banyak orang yang tahu ‘Oh ternyata Arif bisa nulis’,” kenangnya.

Ngobrolin branding, di bio Instagramnya @arievrahman ia menuliskan Travelpreneur and Professional Side Hustler. Hmmmm, apa maksudnya?

Professional Side Hustler itu buat kebutuhan marketing aja sebenarnya. Karena orang yang meng-hire aku, aku kerjakan secara profesional,” paparnya.

Utamakan Kerjaan Kantor

Kamu harus mahir dalam skala prioritas kalau pengen balance antara kerjaan kantor dan sampingan.

“Utamakan dulu kerjaan kantor, baru setelah itu kerjakan side job yang paling memberikan keuntungan,” papar pria yang sejak 2010 jadi office worker.

Arif Rahman juga cerita, kerjaan sampingan juga bikin kerja di kantor harus dua kali lebih keras supaya bisa selesai.

“Karena aku mengerjakan side job di luar jam kerja kayak pas istirahat atau mungkin di rumah abis pulang kantor,” ujarnya.

Pasang Fee yang Sesuai. Gimana?

Buat yang pengen punya side job atau freelance mungkin mengalami kendala soal ini. Pengen pasang harga tinggi takut nggak sesuai tapi kalau kemurahan ngerjainnya malah setengah hati.

“Riset bisa dengan bertanya teman yang job desk sejenis dan benchmark-nya jelas,” terang Arif.

Kamu juga perlu menyesuaikan waktu, tenaga, pikiran, biar nggak sakit hati soal bayaran yang diterima.

Mau Bisnis? Belajar dulu!

Punya tambahan pemasukan lewat bisnis sampingan mungkin dambaan setiap orang. Tapi untuk sampai tahap bisnis yang sustainable prosesnya nggak sebentar.

“Harus cari tahu sukanya apa, mesti cari partner yang passion-nya sama, paham bisnisnya dari hulu sampai hilir,” papar bapak satu anak ini.

“Karena saya dan teman hobi traveling bisnisnya relate dengan apa yang kita suka. Jangan bisnis skin care tapi kamu nggak pakai skin care, misalnya. Nggak tahu gimana skin care dari Korea bisa lolos bea cukai itu gimana,” tambah Arif.

Tahu pepatah success is an iceberg? Pria yang sudah menjelajahi 45 negara ini juga mengamini hal itu.

“Orang kan tahunya ‘wah enak banyak penghasilan’, ‘bisa jalan-jalan’, ‘bisnis kayaknya aman-aman aja’, padahal pernah juga dapet partner nggak jujur saat bisnis, talangin duit tahunya nggak diganti,” kenang Arief.

Nah, itu tadi tips and trick jadi jagoan side job dari Arif Rahman. By the way Arif juga cerita kalau penghasilan side job-nya udah lebih gede dari main job-nya. Pada auto cari kerja sampingan nggak, nih?

Nggak ada salahnya dari kerja sampingan selama kerjaan di kantor aman terkendali. Kalau keduanya ke-handle dengan baik dan selalu profesional, side job datang dengan sendirinya, kok.

“Yang jadi penghambat itu ketakutan yang berlebihan. Kalau belum nyoba pasti ada pikiran-pikiran ‘duh, aku nggak bisa’, ‘nanti gimana ya’. Padahal kalau udah dijalanin ‘oh ternyata bisa’,” pungkas Arif. Hmmmm, siap jadi Next Professional Hustler?