Tips Hunting Foto "Blue Fire" di Kawah Ijen Biar Kece
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio, Kurio Tips Tips Hunting Foto “Blue Fire” di Kawah Ijen Biar Kece

Tips Hunting Foto “Blue Fire” di Kawah Ijen Biar Kece

Api biru atau blue fire di Kawah Ijen menjadi spot favorit banyak fotografer. Yang patut disyukuri, fenomena api biru hanya ada dua di dunia yakni di Indonesia dan Estonia. Sayangnya, blue fire tidak muncul setiap saat.

Kenapa air biru bisa muncul gitu ya? Karena gas yang keluar dari gunung belerang bercampur dengan oksigen yang mengeluarkan lidah api berwarna biru. Inilah yang dikenal dengan Blue Fire.

Mengaku fotografer sejati? Kayaknya nggak afdol kalau belum hunting foto ke sini. Buat kamu yang udah penasaran dengan fenomena blue fire, berikut cara mengabadikan momen api biru di Kawah Ijen. Check it out!

Liburan saat low season

Blue fire di Ijen udah jadi fenomena alam yang terkenal hingga ke mancanegara. Makanya kalau lagi musim liburan Gunung Ijen saat hari biasa saja ramai. Apalagi kalau musim liburan, gunung ini semakin penuh dengan manusia. Maka baiknya tentukan tanggal kunjunganmu saat tidak sedang hari libur, supaya kunjunganmu ke Gunung Ijen lebih menyenangkan. Motret blue fire-nya juga bakalan lebih asyik.

Mendakilah saat dini hari

Waktu terbaik untuk menyaksikan api biru adalah saat dini hari. Mendakilah kira-kira pukul 01.00 WIB. Dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai ke kawahnya. Saat matahari belum mengintip, api biru sedang terang benderang!

Biasanya api biru akan perlahan meredup menjelang pukul 05.00 WIB. Oleh karena itu, jangan sampai bangun kesiangan, ya!

Bawa Action Camera

Wah, kalau yang ini wajib! Kenapa action cam? Supaya kalau mau mengabadikan foto api biru kamu unggak terbebani bawa kamera atau lensa yang ribet. Urusan action camera, siapa yang bisa nandingin kerennya GoPro?

Nah, hunting foto api biru asyik dan gampangnya pakai GoPro HERO8 Black! HERO8 Black hadir dengan keunggulan stabilisasi video HyperSmooth 2.0 tingkat berikutnya — dengan stabilisasi yang jauh lebih sempurna dibandingkan HyperSmooth 1.0. HyperSmooth 2.0 sendiri dapat digunakan dengan semua resolusi dan laju bingkai, dilengkapi mode Boost baru, serta perataan horizon dalam aplikasi.

Biar lebih maksimal, kamu bisa pasang Mod di HERO8 Black kamu. Fitur Mod dalam HERO8, terdiri dari The Media Mod, Mod Media, Mod layar, dan Mod Lampu. Fitur The Media Mod, Display Mod and Light Mod adalah aksesoris modular yang menghiasi HERO8 Black dengan audio tingkat profesional, layar menghadap  depan, dan pencahayaan yang disempurnakan. Jadi nggak usah khawatir buat motret gelap-gelapan di Kawah Ijen.

Selain HERO8 Black, beberapa waktu lalu GoPro juga merilis GoPro Max. GoPro MAX adalah kamera GoPro lensa ganda yang unggul dalam hal keserbagunaan, seperti tiga kamera dalam satu produk. Gunakan MAX sebagai kamera HERO lensa tunggal kedap air dengan stabilisasi maksimum, kamera 360 lensa ganda, atau kamera vlogging tingkat lanjut dengan layar hadap depan bawaan dan kemampuan audio mikrofon direksional.

MAX juga dilengkapi stabilisasi video tingkat lanjut yang tak terkalahkan dengan Max HyperSmooth. MAX juga dilengkapi empat lensa digital, termasuk Max SuperView ultra-wide baru—bidang pandang terluas dari GoPro. Pembaruan tambahan termasuk penggabungan foto dan video 360 dalam kamera plus pengeditan konten 360 berbasis keyframe di aplikasi GoPro.

Penasaran dengan HERO8 Black? HERO8 Black bisa kamu beli dengan harga Rp 6.999.000 dan MAX seharga Rp 8.699.000. Keduanya akan tersedia di EranyaGoPro.com dan Blibli.com.

HERO8 Black dan MAX akan tersedia pada 15 November 2019 di seluruh jaringan ritel Erajaya Group: Erafone, iBox, Samsung Experience Store by NASA (SES) dan Urban Republic.

Mod akan tersedia untuk pre-order di GoPro.com pada bulan Desember. Dapetin juga kesempatan menangin cashback hingga Rp 500.000 untuk produk HERO8 Black dan cashback hingga Rp 700.000 untuk produk MAX selama masa pre-order dengan kartu kredit tertentu.

Pergi saat musim kemarau

Sejatinya api dan api tak bisa menyatu, karena bukan jodohnya. Kayak kamu kalau udah berusaha ngejar doi tapi kalau nggak jodoh nggak bakal jadi juga (lha?). Agar mendapat foto yang kece, pergilah saat musim kemarau.

Saat musim kemarau sekitar bulan Juli – September adalah waktu terbaik untuk mendaki Gunung Ijen. Pasalnya jalur gunung yang berpasir kering, sehingga tidak licin dan lebih aman bagi pengunjung.

Persiapkan fisik

Mengejar api di Kawah Ijen, kamu juga perlu menjaga kesehatan. Meskipun dikenal sebagai gunung wisata, ketinggian Gunung Ijen tak boleh diremehkan. Mendaki gunung ini juga menguras tenaga, makanya kamu perlu persiapan fisik yang matang.

Apalagi kalau sehari-harinya kebanyakan duduk di kantor. Olahraga rutin sebelumnya mendaki Gunung Ijen jadi hal yang wajib kamu lakukan.

 

 

Related Post