Bytes of The Week Minggu Ini: Yusril vs Rizieq Hingga Mayat Tanpa Kepala Dalam Koper
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio Bytes of The Week Minggu Ini: Yusril vs Rizieq Hingga Mayat Tanpa Kepala Dalam Koper

Bytes of The Week Minggu Ini: Yusril vs Rizieq Hingga Mayat Tanpa Kepala Dalam Koper

Melewatkan banyak berita yang terjadi minggu ini? Jangan khawatir, menemani waktu istirahat Kamu di akhir pekan, kami sajikan lima berita yang menghebohkan dan ramai dibicarakan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri minggu ini. Penasaran apa saja? Simak rangkuman beritanya di bawah ini!

Yusril: Rizieq Si Raja Bohong

Beberapa hari yang lalu hangat menyeruak sebuah konflik politik antara Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dengan pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Keduanya saling tuding soal pkebohongan. Rizieq Shihab menyatakan Yusril Ihza Mahendra telah melakukan kebohongan soal pernyataan Rizieq Shihab yang ragukan keislaman Prabowo Subianto.  Yusril Ihza Mahendra mengunggah transkip lengkap percakapan dirinya dengan Habib Rizieq Shihab melalui pesan WhatsApp. Dari bukti transkip yang diunggahnya, Yusril Ihza Mahendra menjelaskan jika dirinya tidak berbohong. Yusril Ihza Mahendra juga menegaskan jika percakapan tersebut membuktikan bahwa Imam Besar FPI itu berbohong. Dia pun memberikan gelar Habib Rizieq Shihab sebagai Si Raja Bohong. Alat bukti yang dimaksud yaitu transkip percakapan Yusril dan Rizieq pada pertengahan 2018, setelah Prabowo Subianto tidak memilih cawapres yang menjadi hasil rekomendasi Ijtima’ Ulama. Simak percapakan lengkapnya di sini.

Ditolak Tinggal Karena Beda Agama

Siapa yang setuju bahwa banyak orang di negara ini sedang tidak baik-baik saja? Kasus Slamet Jumiarto bersama istri dan dua anaknya menjadi salah satu contoh dari banyak kasus diskriminasi SARA. Mereka ditolak mengontrak rumah di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alasannya sungguh ironis, yakni lantaran keluarga itu memeluk agama Katolik. Ketua RT 08 langsung menolak warga non-muslim tinggal di Dusun Karet‎. Slamet sudah melaporkan masalah ini ke sekretaris Sultan HB X‎ untuk meminta mediasi. Namun hasil mediasi di Balai Desa Pleret tetap menolak keberadaan Slamet dan keluarga. Mereka hanya diberi waktu 6 bulan untuk tinggal sementara, namun keluarga Slamet sudah trauma dan memilih akan pindah.

Mayat Tanpa Kepala Dibuang Dalam Koper

Desa Karang Gondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, heboh soal penemuan mayat di dalam koper di bawah Jembatan. Diketahui korban bernama Budi Hartanto (27 tahun) dan dikenal baik bekerja di salah satu Sekolah Dasar Negeri sebagai guru dan penari asal Kediri. Jenazah korban ditemukan dalam posisi meringkuk di dalam tas koper setelah dibuang dari bantaran sungai. Seramnya, mayat pria dalam koper ditemukan tanpa kepala. Pencarian kepala mayat terus dilakukan polisi hingga malam hari. Kepala korban diketahui dipenggal secara sadis oleh pelaku. Saat ini korban sudah dimakamkan meski tanpa kepala.

Kesaksian Amien Rais Untuk Ratna Sarumpaet

Bukan sebuah kewajiban, tapi kasus hoax Ratna Sarumpaet layak diingat sebagai bahan pembelajaran. Beberapa hari yang lalu sidang lanjutan perkara penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet kembali dilakukan. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) memanggil Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais untuk bersaksi dalam sidang Ratna Sarumpaet. Selain Amien Rais, JPU juga akan menghadirkan saksi Andika, Yudi, dan Eman Suherman. Amin Rais mengungkapkan semua kronologinya secara lengkap mulai dari awal mula hingga akhirnya Amien Rais dan banyak orang merasa tertipu. Simak kesaksian lengkapnya.

Densus 88 Tembak Mati Terduga Teroris di Bandung

Empat anggota polisi menjadi korban penusukan oleh terduga teroris berinisial SHS saat menggerebek di rumah pelaku di kampung Cibungur, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (4/4). Keempat polisi itu mengalami luka tusuk akibat serangan senjata tajam oleh pelaku. Dedi menerangkan, SHS sendiri merupakan anggota dari terduga teroris jaringan JAD berinisial A yang diamankan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu 3 April 2019 malam. Dia pura-pura menyerah saat penangkapan dan melakukan penyerangan saat petugas lengah.

Related Post