Aplikasi Pemburu Hantu dan Tren Horor Lainnya
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Stories Aplikasi Pemburu Hantu dan Tren Horor Lainnya

Aplikasi Pemburu Hantu dan Tren Horor Lainnya

Sejak “Pengabdi Setan” besutan Joko Anwar sukses digilai di negara sendiri, serta sukses mendulang pujian dari kritikus film internasional (hingga diputar di 41 negara selain Indonesia) segala hal yang berbau mistis memang sudah akrab di benak masyarakat kita. Cerita-cerita folklor seputar makhluk halus seperti Kuntilanak, Wewe Gombel, Tuyul, dan banyak makhluk tak kasat mata lainnya pasti pernah kita dengar, terlepas dari betul atau tidaknya.

Cerita-cerita mistis ini pun diangkat ke layar lebar, film berjudul “Tengkorak Hidoep” disebut-sebut sebagai film horror pertama yang tayang di Indonesia tatkala masih disebut Hindia Belanda pada saat itu. Ceritanya pun menarik, mencampur genre horror dengan petualangan. Mengenai ekspedisi ke Pulau Mustika dan menemui suku liar yang kepala sukunya bisa menjelma menjadi Jerangkong. Sayangnya, film ini tidak sukses di pasaran, hingga namanya pun tenggelam.

Tren film horror mulai hidup di tahun 70an, Misbach Yusa Biran mencatat dalam buku Sejarah Film 1900-1950: Bikin Film di Jawa, bahwa sempat muncul film horror ber-genre horror di tahun 1971 dengan judul “Lisa” disusul dengan film Beranak dalam Kubur dan film-film horror tahun 70an sampai 80an lainnya seperti Pengabdi Setan, Ratu Ilmu Hitam, Malam Satu Suro, dan lain sebagainya.

Tren film horror pun mulai masuk televisi, sejak stasiun televisi lokal mulai bermunculan. Era 90an, masyarakat terpapar sinetron horror, di tahun ini ada beberapa judul yang booming saat itu, Si Manis Jembatan Ancol yang dibintangi Kiki Fatmala dan Dyah Permatasari, selain itu ada sinetron horror komedi, “Mody Juragan Kost” yang dibintangi komedian Betawi Pak Tile, Tuyul dan Mbak Yul juga sempat mewarnai skena sinetron horror komedi Indonesia pada saat itu.

Lanjut ke tahun 2000an saat industri televisi mulai ramai dengan pemain-pemain baru, horror menjadi salah satu program andalan stasiun-stasiun televisi. Tidak hanya sinetron, reality show horror sempat menjadi primadona. Dunia Lain, Pemburu Hantu, Gentayangan, menjadi judul-judul reality show horror yang sering ditonton masyarakat. Daya Tarik yang ditampilkan pun bermacam-macam, dari cerita yang bikin merinding, uji nyali, sampai live drawing jin penunggu.

Di tahun 2000an ini, film-film horror pun seakan bangkit dari kubur, setelah absen lama di tahun 90an. Jelangkung, Tusuk Jelangkung, film Pocong yang berseri, hingga sampailah pada era horror yang dimasukkan adegan dewasa. Dianggap bertentangan dengan budaya ketimuran yang serba sopan, akhirnya film horror jenis ini lenyap juga dan mulai bergeser saat Joko Anwar me-remake film horror 70an, “Pengabdi Setan” yang disusul dengan film horror yang diangkat dari kisah Risa Saraswati “Danur”. Film-film horror dengan kualitas yang saling bersaing pun bermunculan di tahun 2018.

Tren horror ini juga merasuk di sosial media. Kanal Youtube yang membahas serba-serbi horror sukses meraup penonton, subscriber, dan tentunya pundi-pundi dari iklan. Selain film dan kanal Youtube, Indonesia juga patut berbangga, Dreadout, game horror produksi developer asal Indonesia juga berhasil mengguncang pasar game internasional.

Klenik pun sudah masuk ke ponsel pintar, dengan aplikasi pemburu hantu yang diklaim dapat mendeteksi hantu-hantu mulai dari sensor suhu, sensor yang mendeteksi energi, sensor yang mendeteksi magnet, hingga yang dapat mendeteksi makhluk tak kasat mata berdasarkan tekanan barometrik. Aplikasi pendeteksi hantu ini juga bisa digunakan para youtuber atau vlogger amatir yang melihat peluang mendapatkan pundi-pundi rupiah dari tren klenik.

Meski pun hal-hal yang berbau mistis ini masih menuai perdebatan di Indonesia dengan stigma musyrik, syirik, dan lain sebagainya, tak dipungkiri klenik merupakan bagian dari kultur masyarakat Indonesia, baik dari kultur asli, maupun kultur populer.