Asik! Pendaftaran Beasiswa Online OSC Sudah Dibuka
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio Asik! Pendaftaran Beasiswa Online OSC Sudah Dibuka

Asik! Pendaftaran Beasiswa Online OSC Sudah Dibuka

Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) senilai Rp 360 miliar untuk 360 kuota mahasiswa telah dibuka. Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa dari 18 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) favorit di Jawa hingga Sulawesi. Pendaftaran melalui situs osc.medcom.id resmi dibuka pada Kamis, 30 Agustus 2018.

OSC adalah Kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh portal berita dan video Medcom.id.  Dengan OSC peserta tidak lagi perlu datang ke kampus atau universitas untuk mendaftarkan diri dan mengikuti tes secara langsung.  Dengan sistem online, OSC mempersingkat dan mempermudah keseluruhan proses, mulai dari pendaftaran, hingga tes tahap awal dilakukan melalui sistem online.

Direktur Utama Medcom.id, Mirdal Akib mengatakan era revolusi industri 4.0 menuntut seluruh bidang kehidupan untuk adaptif terhadap perubahan, tidak terkecuali dunia pendidikan.  Di era disrupsi teknologi ini, pesatnya dunia digital dalam menguasai jagat informasi juga semakin tidak dapat dihindari.

Dunia digital sudah semakin meluas hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas anak muda di Indonesia pun, telah melek digital.  Begitu juga kemudahan mendapatkan  informasi, dan berbagai peluang kini bisa mereka dapatkan melalui digital.

“Kami sadar bahwa seluruh anak muda pasti punya mimpi untuk masa depan yang lebih baik. Untuk itu kami ingin turut serta dalam mempermudah anak muda Indonesia mewujudkan mimpi-mimpinya,” tegas Mirdal dalam jumpa pers Peluncuran Program OSC 2018, di Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2018.

Dalam mewujudkan mimpi-mimpi tersebut, kata Mirdal, tentu sangat baik jika ditunjang  dengan pendidikan yang baik pula. “Untuk itu, kami Medcom.id dengan bangga mempersembahkan Online Scholarship Competition 2018, atau yang biasa kami sebut dengan OSC,” ujar Mirdal.

Program beasiswa OSC sudah memasuki tahun ke-4 penyelenggaraannya.  Minat PTS untuk memberikan beasiswa melalui program ini pun terus meningkat setiap tahunnya.

Pada 2015, jumlah PTS pemberi beasiswa hanya dari lima kampus di sekitar Jakarta, dan Bandung.  Kemudian jumlahnya meningkat dua kali lipat di 2016, yakni menjadi 10 PTS yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur.  Lalu di 2017, program kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia ini bekerja sama dengan 12 PTS.

Sampai di usia keempat tahun penyelenggaraannya, Beasiswa OSC berhasil menggandeng 18 PTS, dengan jangkauan yang semakin luas, tidak hanya di Jawa, namun hingga ke Sulawesi.

Animo PTS ini ternyata disambut baik oleh pelajar pemburu beasiswa di Indonesia, ditunjukkan dengan antusiasme pendaftar yang sangat tinggi.  Pada 2017 lalu misalnya, jumlah siswa yang mendaftar, dan memperebutkan 240 kuota beasiswa di 12 PTS mencapai 42.000 siswa pendaftar.  Mirdal berharap, pada program beasiswa OSC ke-4 tahun ini bisa menembus jumlah pelamar hingga 70 ribu pendftar.

“Ini penting sekali, agar calon mahasiswa dapat terhimpun dari Aceh sampai Papua. Lalu, para siswa itu kemudian bisa memiliki akses terhadap universitas ternama di Indonesia,” ungkap Mirdal.

Dari total keseluruhan universitas swasta yang menandatangani kerja sama ini, ada enam universitas yang baru bergabung. Lima universitas tersebut adalah, Univesitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Presiden University, Universitas Fajar (Unifa) Makassar, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Universitas Atma Jaya Jakarta, dan Universitas Gunadarma.

Dari 18 PTS, masing-masing akan memberikan 20 beasiswa di hampir seluruh program studi (prodi) yang ada di kampus tersebut.  “Biaya pendidikan akan ditanggung oleh universitas, mulai dari uang gedung, dan uang kuliah, dari awal sampai selesai (S1),” papar  Mirdal.

Direktur Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemenristekdikti, Didin Wahidin menyatakan siap mendukung penuh program beasiswa OSC  ke-4 yang diinisiasi portal berita dan video Medcom.id tersebut.  Program ini, kata Didin, tidak hanya positif, namun juga diyakini mampu membantu pemerintah dalam mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.

Didin mengatakan, kementeriannya mendapat amanah untuk meningkatkan APK pendidikan tinggi yang sekarang masih berada di angka 32 %.  Salah satunya dengan menggunakan anggaran fungsi pendidikan yang ada di Kemenristekdikti, agar lulusan SMA dan SMK sederajat dapat mengakses pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa.

“Kemenristekdikti memiliki beasiswa Bidikmisi, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), beasiswa Prestasi Ekstrakurikuler, dan lain sebagainya,” sebut Didin.

Didin mengakui dengan jumlah penduduk yang demikian besar, untuk meningkatkan APK pendidikan tinggi sebesar 1% saja sangat berat.  Setiap tahun, kata Didin, ada sekitar 7 juta lulusan SMA/SMK sederajat, namun hanya 1,5 juta di antaranya saja yang mampu diserap perguruan tinggi.

“Salah satunya karena kendala keterbatasan biaya siswa tersebut, sehingga tidak semua lulusan bisa kuliah,” jelasnya.

Beasiswa OSC, kata Didin, merupakan sebuah bentuk kepedulian yang luar biasa dari pihak swasta, utamanya perusahaan media.  Untuk itu, ia dengan tangan terbuka, Kemenristekdikti akan terus memberi dukungan, bahkan mendorong agar Beasiswa OSC dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Purwadi Sutanto menegaskan, pihaknya memberi dukungan penuh dan menyambut positif penyelenggaraan program Beasiswa OSC.  Program OSC diharapkan dapat membantu pemerintah memperluas akses siswa SMA dan SMK sederajat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. “Ini program luar biasa, saya sangat terharu sekali, ini program mulia,” seru Purwadi.

Berikut ke-18 PTS pemberi beasiswa di program Beasiswa OSC 2018:

1. Universitas Fajar (Unifa) Makassar
2. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
3. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka)
4. Unika Atma Jaya Jakarta
5. President University
6. Universitas 17 Agustus 1945
7. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS)
8. Universitas Islam Malang (Unisma)
9. Universitas Gajayana
10. Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW)
11. Universitas Maranatha
12. Telkom University
13. Institut Teknologi Nasional (Itenas)
14. Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
15. Universitas Trisakti
16. Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI)
17. Universitas Mercu Buana

18. Universitas Gunadarma

Related Post