7 Cerita Di Balik Perjuangan R.A. Kartini
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio 7 Cerita Di Balik Perjuangan R.A. Kartini

7 Cerita Di Balik Perjuangan R.A. Kartini

Pelajaran sejarah sudah diperkenalkan semenjak jaman kita sekolah dulu. Dan salah satu tokoh yang selalu diinget sepanjang masa adalah Raden Ajeng Kartini seoramg tokoh yang memperjuangkan emansipasi wanita saat masa penjajahan.

Tapi warisan dari perjuangan R.A. Karitini masih terasa hingga sekarang karena berawal dari perjuangannya sekarang tidak ada lagi laki-laki lebih berkuasa dari wanita dan para wanita sekarang bebas untuk bersekolah dan bekerja.

Sekarang Kurio akan memberitahukan 7 cerita d balik perjuangan R.A. Kartini.

1. Lahir Di Era Penjajahan

Image result for r.a kartini

R.A. Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879. Masa dimana tidak adanya kesetaraan antara pria dan wanita. Di masa tersebut perempuan tidak boleh pergi ke sekolah dan tidak boleh bekerja. Banyak orang menganggap bahwa tugas wanita hanyalah tinggal dirumah dan melayani sang suami.

2. Gemar Belajar

Image result for kartini membaca

Ketika kecil Kartini karena sekolah pada jaman dahulu hanya untuk masyarakat ekonomi tingkat atas maka sering kali Kartini mengalami diskriminasi. Karena mayoritas murid maupun guru berasal dari Belanda maka membuat Kartini terhambat sehingga dia hanya menyelesaikan sekolahnya hanya sampai tingkat sekolah dasar.

Meskipun sudah sekolah lagi, Kartini tetap rajin membaca buku-buku yang dia miliki mulai dari majalah hingga surat kabar yang mengabarkan tentang pergerakan emansipasi wanita di Eropa. Dan karena kegemarannya itu juga Kartini bisa berbahasa Belanda.

3. Menikah Di Usia Muda

Image result for r.a kartini

Sesuai dengan tradisi saat itu dimana perempuan hanya mempunyai pilihan untuk menunggu seorang lelaki datang untuk menikahinya. Dan karena kesehatan ayahnya yang semakin memburuk akhirnya Kartini mau dijodohkan dengan seorang Bupati Rembang bernama Raden Adipati Djojo Adiningrat.

Tetapi Bupati Rembang tersebut ternyata sudah memiliki istri bernama Sukarmilah dan akhirnya Kartini rela untuk menjalani poligami. Tetapi sosok Kartini sangat dikagumi oleh Sukarmilah hingga akhir hayatnya.

4. Mendirikan Sekolah

Image result for sekolah kartini

source: jambi.tribunnewes.com

Sebelum R.A. Kartini bersedia untuk dijodohkan dengan calon suaminya, dia meminta beberapa persyaratan sebelum menikah. Kartini diperbolehkan untuk membangun sebuah sekolah untuk para perempuan menempuh pendidikan disana.

Tujuan dari hal tersebut adalah agar Kartini dapat mengajarkan kepada para perempuan agar mendapatkan pengetahuan sehingga dapat mewujudkan cita-cita Kartini yaitu kesetaraan terhadap emansipasi wanita.

5. Meninggal Di Usia Muda

Image result for ra kartini meninggal

source: cnnindonesia.com

Dari pernikahannya Kartini dikarunai seorang anak lelaki bernama Soesalit Djojoadhiningrat pada 13 September 1904. Beberapa hari setelah kelahiran anaknya, Kartini harus menghembuskan nafas terakhirnya di usia 25 tahun dan akhirnya dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

6. Nama Kartini Mendunia

source: merdeka.com

Meskipun Kartini sudah meninggal dunia, namanya tetap di apresiasi sebagai tokoh wanita yang memperjuangkan emansipasi wanita. Dengan semua perjuangan yang sudah dia lakukan maka tidak heran banyak orang yang menggumi pengorbanannya.

Selain didirikan museum R.A. Kartini di daerah Desa Panggang, Kecamatan Jepara. Nama Kartini juga dijadikan nama jalan di negara Belanda.

7. Habis Gelap Terbitlah Terang

Image result for r.a kartini belajar

source: kompasiana.com

Selama hidupnya, Kartini sering berkomunikasi dengan teman-temannya yang berada di Eropa melalui surat. Kartini selalu bercerita mengenai keinginannya seperti kaum perempuan di Eropa dan terlepas dari segala penderitaan kaum perempuan masa itu.

Akhirnya Mr. J.H. Abendanon yang merupakan Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda mengumpulkan seluruh surat dari R.A Kartini dan membuatnya menjadi sebuah buku berjudul Door Duisternis tot Licht  yang artinya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya” pada tahun 1911 sebelum Armijn Pane.mengeluarkan Habis Gelap Terbitlah Terang pada tahun 1938

Untuk menyambut hari Kartini kiranya kita selalu mengingat jasa-jasa beliau yang sudah memperjuangkan emasipasi wanita dan terasa efeknya hingga sekarang. Jadi kita sebagai kaum muda janganlah membeda-bedakan antara perempuan dan laki-laki karena kita semua memiliki hak yang sama

Dan masih banyak lagi tips, artikel dan informasi yang bisa kamu ikuti dari beragam sumber terpercaya di aplikasi Kurio. Di Kurio, tersedia banyak informasi terbaru dan terpercaya dari berbagai sumber yang sesuai dengan minat dan kebutuhan kamu.

Lewat kurasi manual tim kurator yang dipadu dengan mesin yang terus disempurnakan, Kurio menjamin jika semua informasi yang didapatkan di Kurio adalah informasi yang terpercaya dan jauh dari unsur pornografi. Jika kamu belum memiliki aplikasinya, kamu bisa download Kurio di sini sekarang, gratis!

 

Related Post