Kenali Lebih Dalam Tentang Gejala HIV
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio Kenali Lebih Dalam Tentang Gejala HIV

Kenali Lebih Dalam Tentang Gejala HIV

Menyambut Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, Kurio akan membahas lebih dalam tentang HIV. HIV sendiri merupakan kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus, virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga menjadi lemah dan membuat badan kita tidak bisa melawan infeksi ataupun penyakit.

Sedangkan Acquired Immunodeficiency Syndrome atau dikenal sebagai AIDS yaitu gejala penyakit yang terkumpul yang disebabkan oleh virus HIV sehingga membuat sistem kekebalan tubuh melemah dan dapat mengancam nyawa seseorang. Jika seseorang terkena HIV akan mengalami tiga tahap infeksi.

Tahap pertama disebut infeksi akut atau serokonversi. Pada tahap ini terjadi sistem kekebalan tubuh akan berjuang melawan virus HIV dan ini terjadi dalam jangka waktu 2-6 minggu setelah terpapar. Presentase orang mengenai tahap ini sekitar 50-90% dan lama gejala ini sekitar 1-2 minggu. Tahap kedua disebut nongejala dan biasanya setelah itu akan memasuki tahap ketiga yaitu AIDS.

Acute retroviral Syndrome (ARS) merupakan kumpulan gejala akut yang menyerupai penyakit flu. Pada fase ini biasanya pasien akan mengalami gejala awal dalam enam bulan setelah terpapar. Berikut Kurio jelaskan mengenai gejala-gejala awal dari penyakit ini.

1. Demam

Hal pertama yang terjadi adalah demam akibat tubuh kita membentuk antibodi untuk melawan virus yang masuk. Biasanya demam mencapai 39 derajat celcius dan sering disertai gejala lain seperti kelelahan, pembengkakkan kelenjar getah bening dan sakit tenggorokan.

2. Kelelahan

Kelelahan dapat menjadi tanda awal dan tanda lanjutan dari HIV. Hal itu disebabkan karena respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan lelah dan lesu.

3. Sakit Kepala Dan Nyeri Otot

Sakit dan pegal-pegal pada badan merupakan kondisi umum yang disebabkan oleh penyakit HIV tahap awal. Harus bisa membedakan dengan pegal-pegal akibat kelelahan. Nyeri otot di sini dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang meriang bersamaan dengan demam. Biasaya pada saat demam ini disertai dengan sakit kepala tetapi tidak terlalu sering.

4. Terdapat Ruam di Kulit

Ciri-ciri HIV yang satu ini tidak selalu ada dan kehadirannya pun seringkali diabaikan lantaran ruam yang muncul hanya samar-samar, tidak seperti penyakit lain contohnya campak yang tampak jelas. Ruam kulit dapat terjadi lebih awal ataupun lebih lambat dalam perkembangan HIV/AIDS.

5. Sakit Tenggorokan

Untuk gejala yang satu ini sama seperti saat kita terkena sakit tenggorokan pada umumnya

6. Mual, Muntah dan Diare

30 hingga 60 persen dari orang  HIV memiliki gejala jangka pendek seperti mual, muntah, atau diare dalam tahap awal HIV. Gejala tersebut juga dapat muncul sebagai akibat dari terapi antiretroviral, biasanya sebagai akibat dari infeksi oportunistik.

7. Keringat Malam

Dalam tahap ini biasanya pasien akan mengeluarkan keringat pada saat maalam hari, padahal tidak sedang melakukan aktifitas apapun selama malam hari.

8. Berat Badan Turus Drastis

Berat badan para pasien biasanyak akan turun secara drastis karena tenaga dalam badan terkuras untuk melawan virus dalam tubuh dan nafsu makan yang juga akan berkurang secara drastis.

9. Gejala-gejala Lain

Perubahan pada kuku, pneunomia, dan herpes adalah beberapa gejala lain yang patut kita waspadai. Gejala awal yang khas pada penderita HIV adanya luka terbuka atau borok di daerah mulut. Gejala ini sendiri biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu mendiami mulut..

Penjelasan gejala terkena HIV di atas tidak selama terjadi terhadap pasien yang terkena HIV. Ada beberapa orang yang hidup selama bertahun-tahun tetapi tidak mengalami gejala-gejala di atas. Karena meskipun tidak mengalami gejala tersebut tetapi orang tersebut masih dapat menularkan virus HIV.

Satu-satunya jalan terbaik adalah dengan memeriksakan diri ke dokter dan melakukan serangkaian tes. Jika hasilnya positif, segera konsultasikan kepada dokter obat apa saja yang harus dikonsumsi dan apa saja yang harus dilakukan untuk meminimalisir penyakit tersebut semakin memburuk.

Selain itu mulailah mencari tahu bagaimana cara mencegah penularan ke orang lain. Ketahui langkah-langkah penting apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko menjadi agen penyebar HIV. Masih banyak lagi tips, artikel dan informasi yang bisa kamu ikuti dari beragam sumber terpercaya di aplikasi Kurio.

Di Kurio, tersedia banyak informasi terbaru dan terpercaya dari berbagai sumber yang sesuai dengan minat dan kebutuhan kamu. Lewat kurasi manual tim kurator yang dipadu dengan mesin yang terus disempurnakan, Kurio menjamin jika semua informasi yang didapatkan di Kurio adalah informasi yang terpercaya dan jauh dari unsur pornografi. JIka kamu belum memiliki aplikasinya, kamu bisa download Kurio di sini sekarang, gratis!

 

Related Post