5 Sosok Pahlawan Zaman Now
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio 5 Sosok Pahlawan Zaman Now

5 Sosok Pahlawan Zaman Now

Gerakan Mereka, Berdampak Pada Indonesia

Ngomongin tentang jasa para pahlawan terdahulu yang telah gugur, kita sebagai generasi muda penerus bangsa, sebaiknya melanjutkan kembali perjuangan mereka. ‘Berjuang’ nggak harus diartikan dengan ikut berperang, tetapi berjuang untuk memajukan negara tercinta Indonesia.

Salah satu yang nggak boleh kita semua lupakan adalah bagaimana semangat dan daya juang para pahlawan yang mengantar Indonesia ke gerbang kemerdekaan. Kita masih bisa melakukannya saat ini, tentu dikondisikan sesuai dengan kemajuan zaman.

Berikut ada 5 sosok orang yang patut dilabeli ‘pahlawan zaman now’ dengan bidangnya masing-masing, versi Kurio!

1. Najwa Shihab

Source: kompas.tv

Siapa yang nggak kenal dengan Najwa Shihab, host yang sangat terkenal dengan acara televisinya Mata Najwa. Kebiasaannya yang selalu mencecar para bintang tamunya dengan pertanyaan-pertanyaan yang lugas, membuat bintang tamu terbata-bata untuk menjawabnya. Pengalamannya sebagai seorang jurnalis selama bertahun-tahun membantu Nana, panggilan akrabnya, untuk menjadi host.

Sekarang, Nana mendapatkan mandat sebagai Duta Baca Indonesia dan Duta Pustaka Bergerak, hebat banget, kan. Nana memulai ini semua dari keprihatinannya akan sedikitnya minat membaca pada masyarakat Indonesia. Berdasarkan riset studi “Most Littered Nation In the World” yang sudah dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity  2016, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara perihal minat membaca.

“Buku adalah jendela dunia”, pesan ini selalu digalangkan oleh Nana dengan mengampanyekan kecintaan pada buku dan membuat kalangan muda untuk menumbuhkan kembali minat membaca. Selain itu, Nana mengajak banyak masyarakat untuk membuat ‘perpustakaan bergerak’ dengan sarana yang sederhana. Banyak pihak-pihak yang membuat gerakan menyebarkan buku dengan sarana perahu, vespa, bahkan dengan kuda.

Nana berhak, dong, menyabet gelar ‘Pahlawan Baca’ dalam menumpas kebodohan

2. Iko Uwais

Source: kapanlagi.com

Iko Uwais dulu tidak pernah berpikir untuk menjadi seorang bintang laga internasional seperti sekarang. Dulunya Iko hanya seorang karyawan yang bekerja di perusahaan telekomunikasi sebagai supir truk demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, minatnya pada olahraga bela diri pencak silat sudah muncul sejak ia kecil.

Nggak tanggung-tanggung, Iko menyabet gelar `pesilat terbaik` di Kejuaraan Silat Nasional dalam kategori demonstrasi tahun 2005. Lewat pencak silat, Iko mengunjungi beberapa negara untuk memperagakan seni bela diri ini.

Bahkan dari pencak silat juga yang mempertemukan Uwais Qorny, nama asli Iko Uwais, bertemu dengan sutradara Hollywood; Gareth Evans, yang berniat untuk membuat film dokumenter mengenai bela diri pencak silat. Akhirnya Iko memulai karirnya di dunia perfilman Indonesia dengan debut perdananya di film Merantau, lanjut ke film The Raid dan The Raid 2.

Pintu gerbang film Hollywood pun mulai terbuka untuk Iko. Dimulai dengan ajakan bermain di film Man Of Tai Chi beradu akting dengan Keanu Reeves, hingga mendapatkan peran di film Star Wars: The Force Awakens sebagai Razoo Qin-Fee, salah satu tokoh antagonis yang mahir dalam perkelahian di film Star Wars.

Dengan go international, Iko ikut mengharumkan nama bangsa di industri perfilm-an, you Rock!

3. Nadiem Makarim

Source: tekno.kompas.com

Pria lulusan Harvard Business School, Harvard University ini pernah bekerja di perusahaan konsultan ternama di Jakarta, Mckinsey & Company, lalu pindah sebagai Co-Founder & Managing Editor di Zalora dan menjadi Chief Innovation Officer di Kartuku.

Dengan berbekal berbagai macam pengalaman di dunia kerja, Nadiem memberanikan diri untuk berhenti sejenak dari pekerjaannya dan mulai membuat sebuah perusahaan teknologi bernama GO-JEK. Alasan utaman Nadiem mendirikan GO-JEK berawal dari perbincangannya dengan tukang ojek langganannya. Dengan mobilitas pekerjaannya yang tinggi dan keadaan kemacetan jalanan Jakarta yang cukup parah mengharuskannya untuk memilih transportasi yang cepat.

Dengan bekerja sama dengan para tukang ojek, akhirnya berdiri lah GO-JEK pada 2011 dengan beranggotakan 20 orang tukang ojek pada awal mulanya. Perusahaan ini semakin berkembang setelah pada tahun 2015 GO-JEK merilis aplikasi mobile dan menarik minat orang menggunakan jasa GO-JEK.

Dari awalnya yang hanya beranggotakan 20 driver ojek hingga berkembang menjadi lebih dari 10ribu driver GO-JEK yang tersebar hampir ke seluruh penjuru Indonesia, GO_JEK menjadi needs banyak orang yang tidak bisa lepas dari keseharian dalam membantu mobilitas.

Nadiem sepertinya oke menyabet gelar ‘pahlawan zaman now’ di bidang transportasi, kamu setuju?

4. Andanu Prasetyo

Source: youtube.com

Mendengar nama di atas mungkin masih asing di telinga kita, tapi mendengar nama Kedai Kopi Tuku, mayoritas anak gaul Jakarta pasti langsung “Oh…” Andanu Prasetyo atau biasa dipanggin Tyo adalah sosok dibalik suksesnya Kopi Tuku.

Pria lulusan Prasetiya Mulia Business School ini membuka Kedai Kopi Tuku karena tugas penelitian semasa kuliah. Dia sempat menganalisa dan hasilnya adalah tingkat konsumsi masyarakat terhadap kopi khususnya kopi lokal masih sangat minim, sehingga pada suatu hari di tahun 2015, dia melihat ada toko kosong di kawasan Cipete dan memberanikan diri membuat kedai kopi.

Pada awal berdiri, dia hanya dibantu oleh dua karyawan. Kedai Kopi Tuku menjadi tempat berkumpul para tetangga sekitar kedai sehingga membuat Tyo mudah bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Minuman andalannya, Es Kopi Susu Tetangga.

Pak Jokowi pernah berkunjung ke kedai ini bersama istri dan keluarga, lho! Setelah Kopi Tuku, langsung banyak bermunculan produk serupa. Para pebisnis rupanya melihat prospek yang menjanjikan dari bisnis Kopi.

Tyo menjadi pahlawan para petani kopi dalam perkembangan bisnis kopi yang memakai biji kopi asli Indonesia, salute!

5. Chelsea Islan

Image result for chelsea islan
Source: hot.detik.com

Dara cantik kelahiran Washington, Amerika Serikat ini memulai karir sebagai aktris. Lewat film Street Society, wanita bernama lengkap Chelsea Elizabeth Islan ini masuk nominasi sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dari Piala Maya dan dilanjutkan dengan belasan film layar lebar lainnya, yang pastinya juga dengan puluhan penghargaan untuk dirinya yang bertalenta.

Baru-baru ini Chelsea terpilih menjadi duta ‘Indonesia Goes Pink’ untuk mengampanyekan kepedulian terhadap kanker payudara dan menerapkan gaya hidup sehat kepada wanita generasi muda. Diawali dengan pengalaman sang ibu yang pernah menjadi breast cancer survivor, Chelsea tetap mendukung sang ibu untuk sembuh dan berakhir mengedukasi para remaja akan penyakit ini lewat ‘Indonesia Goes Pink’.

Chelsea mengajak para wanita muda untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan pembelajaran pada lebih banyak wanita dan masyarakat terhadap Deteksi Dini dan Pemeriksaan Payudara sehingga akan lebih banyak wanita yang bisa diselamatkan.

What a big, big heart, dear our lovely hero, Chelsea

Nah, itulah 5 sosok pahlawan zaman now versi Kurio. Masih banyak lagi rekomendasi hiburan minggu ini yang dapat lihat tiap minggunya dan bisa kamu ikuti dari beragam sumber terpercaya di aplikasi Kurio.

Di Kurio, tersedia banyak informasi terbaru dan terpercaya dari berbagai sumber yang sesuai dengan minat dan kebutuhan kamu. Lewat kurasi manual tim kurator yang dipadu dengan mesin yang terus disempurnakan, Kurio menjamin jika semua informasi yang didapatkan di Kurio adalah informasi yang terpercaya dan jauh dari unsur pornografi. JIka kamu belum memiliki aplikasinya, kamu bisa download Kurio di sini sekarang, gratis!

Related Post