Zinedine "Men's Coach Of The Year" Zidane
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio Zinedine “Men’s Coach Of The Year” Zidane

Zinedine “Men’s Coach Of The Year” Zidane

Bagi kalian para pecinta sepakbola pasti tidak asing dengan nama Zinedine Yazid Zidane atau biasa kita panggil Zidane. Segudang prestasi telah dia peroleh selama menjadi pemain sepak bola. Saat ini meskipun dia sudah berhenti menjadi seorang pemain bola dan memulai karir sebagai pelatih, kegemilangan prestasinya tetap tidak berubah.

Semalam (23 Oktober 2017) dia berhasil meraih penghargaan sebagai Men’s Coach Of The Year 2017 mengalahkan para kandidat pelatih lainnya seperti Antonio Conte dan Massimilliano Allegri. Men’s Coach Of The Year merupakan penghargaan tertinggi bagi pelatih di Eropa setara dengan Ballon d’Or bagi para pemain bola yang pada tahun ini diraih oleh salah satu pemain yang dilatihnya, Cristiano Ronaldo.

Awal Karir AS Cannes, Juara Di Bordeaux

Pelatih kelahiran Marseille dibesarkan di La Castellane ini mengawali debutnya sebagai pemain bola di akademi AS Cannes dan diberikan kontraknya selama empat musim. Pelatih keturunan Aljazair ini memulai debut professionalnya pada umur 17 tahun. Prestasi yang dia tuai di Cannes adalah berhasil mengantar klub tersebut berkompetisi di Piala UEFA (sekarang Liga Eropa).

Kemampuannya sebagai playmaker membuat salah satu klub besar Perancis saat itu, Bordeaux, tertarik untuk merekrutnya.  Pada musim 1992/1993 mereka berhasil merekrut Zidane dari Cannes.

Deretan piala dia rengkuh di Cannes selama empat tahun mengabdi di klub ini. Antara lain Piala Intertoto 1995 dan juga runner-up Piala UEFA 1995/1996 karena kalah dari Bayern Muenchen di final. Di klub ini juga Zidane satu tim dengan para pemain Perancis yang kelak akan menjadi legenda seperti Bixente Lizarazu dan Christope Dugarry.

Kemampuan Zidane sebagai seorang playmaker semakin matang di klub ini. Dari kemampuannya melepas umpan matang yang bisa memanjakan penyerang untuk mencetak gol.

Kemampuan dribelnya yang terkenal salah satunya disebut Zidane Roulette dimana dia menghindari lawan dengan cara memutar badannya saat situasi one on one dengan pemain lawan.

Maestro Di Juventus, Legenda Di Real Madrid

Sempat menolak sejumlah tawaran dari klub Liga Inggris salah satunya Blackburn Rovers. Akhirnya pada 1996/1997 Zidane ditransfer ke salah satu tim raksasa Serie A, Juventus.

Tujuan dari Zidane bergabung dengan Juventus karena dia ingin memenangi Liga Champions yang baru mereka menangkan pada tahun sebelumnya yaitu 1995/1996. Pada awal musim perdana bagi Zidane untuk Juventus, dia berhasil menjuarai Serie A, Piala Interkontinental serta membawa kembali Juventus tampil di final Liga Champions.

Dengan deretan beberapa pemain bintang antara lain Filippo Inzaghi, Alessandro Del Piero, Edgar Davids, Didier Deschamps, Juventus berhasil menembus final Liga Champions hingga tiga kali. Lawannya yang ketiga kalinya adalah Real Madrid tetapi kembali Juve harus menelan kekalahan sehingga membuat Zidane memutuskan untuk hengkang meskipun dia pernah meraih Ballon d’Or karena permainannya di Juventus.

Real Madrid menjadi klub yang beruntung mendapatkan jasa dari bintang Perancis tersebut. Real Madrid rela mengeluarkan uang sebesar 77,5 juta euro dan menjadi rekor transfer terbesar pada saat itu.

Mimpi Zidane untuk meraih piala Liga Champions langsung terwujud pada saat musim perdananya bersama El Real. Tendangan voli Zidane menjadi penentu kemenangan dari laga tersebut dan berhasil menjadi Man Of The Match pada final tersebut. Zidane pun bermain untuk Real Madrid hingga dia pensiun.

Sang Legenda Kembali

Di akhir karirnya sebagai pemain, Zidane sempat rehat dulu sejenak dari hingar binar dunia sepakbola. Tapi memang pada dasarnya Zidane tidak akan pernah bisa move on dari dunia yang membesarkannya hingga menjadi seorang legenda, dia ditawari sebuah posisi di Real Madrid sebagai special adviser dimana dia membantu para pemain untuk dapat bekerja sama. Meskipun seorang legenda, dia tetap harus menapaki karir kepelatihannya dari awal.

Setelah itu Zidane naik pangkat menjadi direktur olahraga baru Real Madrid sebelum pada era Carlo Ancelotti dia menjadi asisten manajer. Kemampuan kepelatihan dari Zidane masih sangat minim sehingga dia masih harus “berguru” dengan pelatih yang lebih senior.

Tidak butuh waktu lama bagi Zidane untuk diberikan kepercayaan sebagai pelatih karena dia dipercaya untuk menjadi pelatih kepala Real Madrid Castilla. Saat kepelatihan era Rafael Benitez, Real Madrid mendapatkan sejumlah hasil buruk sehingga pada akhirnya Benitez harus rela tergusur dari tahta kepelatihan.

Meskipun karirnya di Real Madrid Castilla tidak terlalu istimewa, presiden Real Madrid yaitu Florentino Perez tetap mengangkat Zidane menjadi pelatih Real Madrid. Perjudian yang dilakukan oleh sang presiden sangat berhasil.

Hingga saat ini Real Madrid dibawah kepelatihan berhasil meraih gelar juara Liga Champions dua kali berturut-turut sehingga menjadi sejarah bagi tim tersebut mampu menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut dan Zidane yang melakukannya. Dia juga berhasil menjuarai Liga Champions baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.

Setelah meraih penghargaan sebagai Men’s Coach Of The Year 2017 bisa kita lihat ke depan prestasi apalagi yang akan dia gapai mengingat pasukan bintang Real Madrid seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Gareth Bale.

Serta jangan kita lupakan juga barisan pemain muda menjanjikan mereka seperti Marco Assensio, Raphael Varane dan Lucas Vasquez yang siap melapisi para senior. Sekian ulasan mengenai sang legenda Perancis Zinedine Zidane. Masih banyak lagi ulasan-ulasan bisa kamu ikuti dari beragam sumber terpercaya di aplikasi Kurio.

Di Kurio, tersedia banyak informasi terbaru dan terpercaya dari berbagai sumber yang sesuai dengan minat dan kebutuhan kamu. Lewat kurasi manual tim kurator yang dipadu dengan mesin yang terus disempurnakan, Kurio menjamin jika semua informasi yang didapatkan di Kurio adalah informasi yang terpercaya dan jauh dari unsur pornografi. JIka kamu belum memiliki aplikasinya, kamu bisa download Kurio di sini sekarang, gratis!

Related Post