Saat Konten Vulgar Semakin Menyebar
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio, Stories Saat Konten Vulgar Semakin Menyebar

Saat Konten Vulgar Semakin Menyebar

Foto yang diburamkan, bagian tubuh yang tertutup efek mosaik, atau lingkaran merah yang menandai bagian tertentu. Pernahkah melihatnya di dalam sebuah konten berita? Bagi Anda yang giat mengkonsumsi berita secara online, jawabannya hampir bisa dipastikan iya.

Dan hampir bisa dipastikan juga, saat Anda melihat visual tersebut, ada headline bombastis yang mendampinginya. Lalu isi kontennya? Jika bukan sesuatu yang tragis, mengejutkan, biasanya ada unsur erotis dan bahkan, sudah cenderung ke pornografi.

Bicara soal pornografi… sejak dulu keberadaannya menimbulkan pro kontra yang tak sederhana, karena memang ruang lingkup atau spektrum dalam pornografi ini memicu keragaman pandangan di antara umat manusia. Banyak yang melihat kesempatan untuk mendulang keuntungan dari pornografi, tak terkecuali dalam dunia hiburan, pemasaran, bahkan sampai pemberitaan; hingga muncullah frasa populer: “sex sells”.

Inilah yang membuat praktik penyertaan visual seperti yang terjabar pada awal tulisan ini menjadi lazim di ranah media online. Banyak penyedia berita yang terlihat begitu putus asa ingin mendapatkan clicks, visits, atau views, hingga penyertaan konten vulgar dijadikan pilihan sebagai jalan pintas untuk mencapai itu semua.

Lalu, apa sih dampaknya bagi pengonsumsi berita? Dari hal sepele seperti ini, bukan tak mungkin secara jangka panjang bisa timbul kebiasaan, hingga paling parah, memicu kecanduan. Jika sudah begini, dengan menilik berbagai penelitian yang pernah dilakukan, dampaknya ke otak ternyata cukup mengkhawatirkan. Inilah salah satu yang kemudian mendorong Kemkominfo untuk berkomitmen menindak tegas media online abal-abal, termasuk di antaranya yang gemar menggunakan unsur visual berbau pornografi.

Sebagai pengguna internet dan pengkonsumsi berita di tengah-tengah arus deras era digital saat ini, kita semua tentunya dituntut untuk menjadi lebih bijak dan lebih selektif dalam menentukan konten yang masuk ke kepala kita. Pada akhirnya, kita pasti tak ingin apa pun yang kita konsumsi sampai merusak kepribadian dan masa depan kita kan?

Jadi, yuk jaga kewarasan diri sendiri dengan senantiasa membaca berita yang juga waras, kredibel, dan tak menyelipkan bumbu pornografi hanya demi mengundang ketertarikan pembaca.

Related Post