Efek Demo 4 November: Saling Serang, Saling Lapor
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week, Curators' Desk Efek Demo 4 November: Saling Serang, Saling Lapor

Efek Demo 4 November: Saling Serang, Saling Lapor

blogpost-20161111-001article

Demo Aksi Bela Islam 4 November silam banyak menimbulkan masalah baru yang perlu diselesaikan. Selain, tuntutan para demonstran untuk mengadili Ahok yang diduga melakukan penistaan agama belum terselesaikan, demostrasi yang sempat ricuh ini berakibat gesekan-gesekan yang melibatkan banyak pihak. Sosok-sosok yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan demo Aksi Bela Islam ini mulai saling serang dan saling melaporkan ‘lawannya’ ke pihak yang berwajib. Dari Ahok hingga mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak terlibat langsung dengan Aksi Bela Islam ikut merasakan dampak dari demonstrasi Aksi Bela Islam. Siapa saja yang terlibat? Berikut ringkasannya!

Kuasa Hukum Buni Yani Siap Melaporkan Balik Ahok

Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengkhawatirkan kliennya menjadi kambing hitam terhadap kasus dugaan penistaan agama. Ia pun berancang-ancang akan melaporkan balik Gubernur DKI Non Aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga sebagai pelaku penistaan agama.

“Saya mohon doanya kepada warga semua agar hukum bisa ditegakkan. Keadilan bisa terasakan dan tidak ada upaya mengkambinghitamkan,” ujarnya di Bareskrim Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 10 November 2016.

Fahri Hamzah dan Fadli Zon dilaporkan ke MKD

Perwakilan Advokat Komite Penegakan Pro Yustisia, Finsen Mendrofa mengatakan, ucapan Fahri dan Fadli soal imbauan makar terhadap Presiden Joko Widodo telah menghasut pendemo. Mereka menilai pernyataan tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang wakil rakyat.

“Jadi kita di sini sebagai tim kuasa hukum mengajukan pengaduan atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh saudara Fahri Hamzah dan saudara Fadli Zon pada saat melakukan aksi damai pada tanggal 4 November 2016,” kata Finsen di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/11).

Finsen berharap MKD dapat segera memproses aduan tersebut. Dia mengklaim pihak MKD akan memverifkasi bukti-bukti laporan tersebut. Apabila bukti telah diverifikasi, MKD akan disidangkan pada masa sidang berikutnya.

Diduga Hasut Demo 4 November, SBY Dilaporkan Alumni HMI ke Polisi

Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Lintas Generasi melaporkan isi pidato Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 2 November 2016 yang diduga berisi hasutan untuk demonstrasi pada 4 November.

“Pernyataan dorongan terhadap umat muslim untuk tetap berdemonstrasi apabila permintaan tidak didengar, hal ini bisa dilihat dari perumpamaan kata lebaran kuda yang digunakan sebagai padanan yang tidak mungkin berhenti menuntut apabila keinginan demonstran untuk menghukum Ahok tidak didengar. Harus dipersalahkan,” kata Mustaghfirien, perwakilan forum.

Menurut dia pernyataan mantan Presiden Yudhoyono bermuatan politis. Mustaghfirien menduga ayah dari calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono itu memanfaatkan momentum untuk menurunkan elektabilitas calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).s

Dituding Menghina Jokowi, Ahmad Dhani Resmi Dilaporkan ke Polisi

Asosiasi Lintas Advokat Muda Indonesia melaporkan musisi Ahmad Dhani ke Bareskrim Polri, Selasa (8/11/2016).

Dhani dianggap telah melecehkan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan orasinya terkait aksi demonstrasi di depam Istana Merdeka, Jumat (4/11/2016) lalu.

“Semalam kami sudah laporkan saudara AD (Ahmad Dhani) yang diduga melakukan penghinaan terhadap simbol negara. Yang kami laporkan adalah Pasal 207 KUHP. Jadi sementara kita tunggu perkembangan selanjutnya dari rekan-rekan penyidik,” Ketua ALAM, Tobbyas Ndiwa di gedung Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2016).

Menurutnya, calon Wakil Bupati Bekasi itu diduga telah melontarkan kata-kata binatang yang ditujukan Jokowi saat menyampaikan aspirasinya di depan publik.

Related Post