Penggusuran Rawajati Rusuh, Warga dan Satpol PP Bentrok!
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio Penggusuran Rawajati Rusuh, Warga dan Satpol PP Bentrok!

Penggusuran Rawajati Rusuh, Warga dan Satpol PP Bentrok!

blogpost20160901-articleMenempati lahan negara, pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan pembongkaran terhadap puluhan bangunan pemukiman warga di RT 09 RW 04, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (1/9). Sempat terjadi bentrok dan adu mulut antara petugas gabungan dan warga, berikut lima kisah dari penggusuran Rawajati.

Bentrokan Antara Warga & Satpol PP

Kejadian terjadi sekitar pukul 07.30 WIB saat ratusan petugas Satpol PP lengkap dengan tameng datang dari arah jalan depan Kalibata City merangsek masuk ke Jalan Rawajati Barat III berhadapan dengan puluhan warga yang telah menghadang di mulut depan jalan.

Selama kurang lebih lima belas menit terjadi aksi dorong dan saling pukul serta lembar batu dan botol kaca antar warga dan petugas. Ada juga yang melempar batu, namun tidak diketahui dari pihak mana. Seorang warga telihat diamankan petugas.

workingfile-blogpostbanners_m

 

Ratna Sarumpaet Bela Warga Hadang Petugas

Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet muncul di tengah petugas Satpol PP dan warga Rawajati. Tak sendiri, Ratna datang bersama Anggota DPRD DKI, Syarif. Keduanya berusaha menemui petugas Satpol PP di barisan paling depan.

Dengan nada lantang, Ratna meminta petugas Satpol PP tidak melakukan penertiban. Ratna meminta petugas menunjukan surat tugas untuk melakukan penertiban tersebut. “Mana surat tugasnya, tunjukin dong surat tugasnya,” tanya Ratna kepada petugas Satpol PP.

Alasan Penggusuran Permukiman

Camat Pancoran, Hery Gunara mengungkapkan bahwa penertiban dilakukan terhadap puluhan rumah warga yang bangunannya dianggap didirikan secara liar.

“Yang pertama itu kan bangunan liar, dan memang berada di jalur hijau,” kata Hery, kepada jitunews.com.

Menurut Hery, warga ada yang tidak memiliki surat kepemilikan tanah di lahan tersebut. Namun ada warga yang mengklaim memiliki surat verponding, yakni tanah yang dulunya dimiliki oleh pemerintah kolonial Belanda.

“Semua juga verponding, tapi itu kan jalur hijau. Mereka itu tidak punya surat. Kalau merasa ada surat ke pengadilan aja,” tegas Hery.

workingfile-blogpostbanners_m

 

Dipindah ke Rumah Susun Marunda

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menganggap warga Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan tidak perlu heboh karena akan dipindahkan ke Rumah Susun Marunda. Karena fasilitas penunjang untuk mereka telah disiapkan Pemprov DKI Jakarta. “Itu kita pindahin bukan ke Belitung loh, masih di Jakarta Juga. Mereka kita kasih bus tidak bayar, anak sekolah juga dapat KJP,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, kepada merdeka.com.

Warga Keluhkan Relokasi Terlalu Jauh

Rencana merelokasi warga RT 09/04 Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan nampaknya kurang diminati. Pasalnya, hingga pendaftaran terakhir yang berada di kantor Kelurahan Rawa Jati, hanya 5 KK yang mendaftar. Dari pendataan, warga yang akan terkena penertiban refungsi jalur hijau di pinggir rel tersebut sebanyak 60 KK. Salah satu alasan warga masih enggan pindah adalah rumah susun yang disediakan dianggap terlalu jauh.

“Saya tidak cocok di Marunda, kita warga seharusnya dikasih rusun terdekat di Jakarta Selatan, kerja saya di sini,” tutur Reni, salah satu warga yang rumahnya digusur.

workingfile-blogpostbanners_m

 

Related Post