Sistem Ganjil Genap, Solusi Atasi Macet Jakarta
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Curators' Desk, Inside Kurio, Lunch Break Sistem Ganjil Genap, Solusi Atasi Macet Jakarta

Sistem Ganjil Genap, Solusi Atasi Macet Jakarta

blogpost-20160831-articleSelasa (30/8), Pemerintah DKI Jakarta resmi memberlakukan sistem ganjil-genap setelah diujicobakan selama satu bulan. Sistem ganjil genap merupakan peraturan baru di jalan protokol Jakarta untuk menggantikan pertaturan 3 in 1 yang sudah dihapuskan beberapa waktu lalu oleh Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Penentuan ganjil dan genap mengacu pada kalender nasional. Jika angka kalender menunjukkan angka genap maka hanya kendaraan nomor genap yang boleh melintas dan sebaliknya.

Sistem ganji dan genap diberlakukan sejumlah ruas jalan yakni Jalan Medan Merdeka Barat, MH Thamrin, Sudirman, Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Gatot Soebroto (simpang Kuningan sampai Gerbang Pemuda) dari Senin-Jumat pukul 07.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB. Pembatasan ganjil genap tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional.

Pada hari pertama diberlakukannya sistem baru ini, berikut adalah lima hal yang perlu kamu ketahui

348 pengemudi ditilang

Hari pertama diberlakukannya sistem ganjil genap, kepolisian mencatat ada sekitar 348 pelanggar lalu lintas. Dari penindakan itu petugas polisi menyita SIM dan STNK milik pelanggar lalu lintas. “Hasil giat penindakan tilang pada koridor atau kawasan ganjil-genap pada hari ke 1 tanggal 30 Agustus 2016, total keseluruhan penindakan mencapai 348 pelanggaran,” ujar Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, kepada merdeka.com.

blogpost-20160831-banner01Ahok: ganjil genap lebih baik dari 3 in 1

Sistem ganjil genap merupakan peraturan baru yang diterapkan untuk menggantikan peraturan 3 in 1 yang telah lama digunakan. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, peraturan ini dianggap jauh lebih efektif dari sistem 3 in 1. “(Ganjil Genap) kayak 3 in 1, pasti akan membuat jalur alternatif yang agak lebih padat. Ini juga bukan solusi yang baik, tapi ini jauh lebih baik daripada 3 in 1 yang membuat anak-anak kecil disewa dikasih obat penenang. Ini sudah jauh lebih baik,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta kepada liputan6.com.


Ganjil genap turunkan volume kendaraan

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, Andri Yansyah menyimpulkan kebijakan pembatasan lalu lintas ganjil genap efektif mengurangi kemacetan. “Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kinerja yakni meningkatnya kecepatan dan berkurangnya waktu perjalanan. Selain itu hal ini juga berdampak pada frekuensi pelayanan transportasi publik TransJakarta dan meningkatnya jumlah penumpang,” kata Andri seperti yang dikutip oleh metrotvnews.com

blogpost-20160831-banner02Hanya pindahkan kemacetan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak menapik bahwa penerapakan mekanisme ganjil-genap hanya memindahkan kemacetan di jalur alternatif atau penghubung jalan protokol. Hanya saja, kata dia, penerapan ganjil genap sebelum pemberlakuan ERP lebih baik ketimbang mekanisme 3 in 1 yang sebelumnya justru menimbulkan persoalan eksploitasi anak oleh para joki.Seperti yang ditulis rimanews.com, volume kendaraan di sekitar jalur ganjil genap terjadi penambahan arus kendaraan sekitar 3%-15% baik di pagi hari maupun sore hari.

Pelanggar ditilang pakai slip biru

Ahok mengimbau petugas kepolisian untuk memberikan slip tilang berwarna biru kepada pengendara yang melanggar aturan pembatasan kendaraan sistem ganjil genap. Menurut Ahok, dengan pemberian slip tilang biru, berarti pelanggar secara nyata, mengakui telah melakukan pelanggaran. Dan, denda tilang bisa langsung dibayarkan di bank. Ahok mengatakan, selain meringkas prosedur penegakan hukum, pemberian slip tilang biru menghindari penyelewengan dalam penerapan aturan.

“Saya bilang enggak usah tilang merah karena kalau tilang merah kan mesti ke pengadilan,” ujar Ahok di Balai Kota DKI, kepada viva.co.id.

blogpost-20160831-banner03

 

Related Post