Di Balik Penangkapan Aa Gatot
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Curators' Desk, Lunch Break Di Balik Penangkapan Aa Gatot

Di Balik Penangkapan Aa Gatot

blogpost-20160830-thumbGatot Brajamusti ditangkap oleh Satuan tugas gabungan kepolisian Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (28/8). Penangkapan ini terjadi setelah Aa Gatot terpilih kembali untuk yang kedua kalinya sebagai Ketua Umum Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia) dalam Kongres Mataram pada 24-28 Agustus. Untuk mengetahui perkembangan kasus ini lebih lanjut, berikut kami rangkum info penting terkait penangkapan Aa Gatot.

Gatot ditangkap bersama tujuh orang lainnya saat sedang berada di Hotel Golden Tulip, Mataram, kamar 1100. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu plastik klip berisi sabu, alat pengisap sabu, pipet kaca, sedotan, korek gas, serta dompet berisi uang dan kartu identitas. Menurut penuturan polisi salah satu orang yang berada di dalam kamar itu merupakan istri Aa Gatot. Sedangkan kelima orang lainnya antara lain berinisial, YY, RN, DN, BN dan SP

blogpost-20160830-banner001Penyanyi Reza Artamevia ikut ditangkap. Salah satu dari delapan orang yang ditangkap, di kamar 1100, Hotel Golden Tulip, Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Enam orang diketahui positif mengonsumsi narkoba, salah satunya penyanyi Reza Artamevia.

“Enam orang positif mengonsumsi narkoba dengan kandungan amphetamin, salah satunya Reza. Sementara yang dua negatif,” kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti

Polisi sita senapan api dan alat hisap. Penangkapan di Mataram, NTB, berbuntut kepada aparat kepolisian Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan menggeledah rumah Gatot dan Dewi yang berada di Jalan Niaga Hijau X Nomor 1 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di rumahnya, petugas menemukan 30 jarum suntik, 9 alat pengisap sabu, 7 cangklong sebagai alat pengisap sabu, 39 korek api, dan satu bungkusan diduga berisi sabu seberat kurang dari 10 gram. Polisi juga menemukan dan menyita 1 pistol Browning, satu senjata api jenis Glock 26, senjata api jenis Walther, sebuah sangkur, 500 butir amunisi 9 milimeter, 3 kotak amunisi 9 milimeter, dan sekotak amunisi Fiochini 32 auto.

blogpost-20160830-banner002Hewan langka yang diawetkan. Di kediaman Gatot, polisi pun menyita satwa dilindungi, yaitu satu ekor harimau Sumatera dan satu ekor burung elang Jawa, yang sudah diawetkan. “Seekor harimau Sumatera yang sudah di-offset dan 1 ekor elang Jawa,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/8/2016).

Dikenai pasal berlapis. Selain dikenai pasal mengenai kepemilikan dan menyalahgunakan narkoba, Gatot pun terkena dua pasal lainnya terkait kepemilikan senjata api dan juga hewan langka yang ditemukan di rumahnya. Ia melakukan pelanggaran Pasal 21 dan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Pasal 40 yang mengatur sanksi Pasal 21 dan Pasal 23.

“Untuk seluruh barang bukti terkait Tindak Pidana Penyalahgunaan penyimpanan amunisi Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951 diserahkan penanganannya kepada Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar.

blogpost-20160830-banner003

Related Post