Berita Terhangat Minggu Ini: Ruhut Dinonaktifkan via SMS SBY, Jenderal TNI AD Ditemukan Tewas, dan Heboh Foto Manohara dan Gubernur Sultra Nur Alam!
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week, Curators' Desk Berita Terhangat Minggu Ini: Ruhut Dinonaktifkan via SMS SBY, Jenderal TNI AD Ditemukan Tewas, dan Heboh Foto Manohara dan Gubernur Sultra Nur Alam!

Berita Terhangat Minggu Ini: Ruhut Dinonaktifkan via SMS SBY, Jenderal TNI AD Ditemukan Tewas, dan Heboh Foto Manohara dan Gubernur Sultra Nur Alam!

ruhutSelamat berakhir pekan!

Melewatkan banyak berita di minggu ini? Jangan khawatir, menemani waktu istirahat Anda di akhir pekan ini, kami sajikan lima berita terhangat dan yang paling ramai dibicarakan minggu ini. Penasaran apa saja? Simak rangkumannya di bawah ini!

Ruhut Dinonaktifkan Dari Jubir Demokrat via SMS oleh SBY

Ruhut Sitompul telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai koordinator juru bicara (jubir) Partai Demokrat. Putusan ini ia terima melalui pesan singkat (SMS) yang ia terima dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ruhut menilai jika langkah SBY terebut merupakan hasutan dari para politisi Demokrat yang tidak senang dengannya.

“Iya (ada SMS). Tapi ditambah-tambahi lah oleh mereka pengaduan ke Pak SBY,” ungkap ketua DPP PD Bidang Polhukam ini.

Akibat pernyataan Ruhut, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin mengancam akan melaporkan Ruhut ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Amir keberatan dituding memprovokasi Ketum Partai Demokrat, SBY untuk mencopot Ruhut dari jabatan Koordinator jubir Partai Demokrat.

“Ini cara dia melecehkan beberapa kader utama Partai Demokrat sangat mungkin kami laporkan ke MKD secara pribadi,” kata Amir

Elektabilitas Ahok Menurun, Risma Melonjak

Survei yang dilakukan oleh Manilka Research and Consulting menyebutkan, tingkat keterpilihan Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta mengalami penurunan. Elektabilitas Ahok menurun dari 49,3% pada Juni 2016, menjadi 43,6% pada Agustus 2016. Sementara elektabilitas Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengalami peningkatan. Jika pada Juni 2016, sebesar enam persen, tetapi pada Agustus naik menjadi 14,3%.

“Risma yang naik, dari bulan lalu hanya enam persen, sekarang jadi 14,3 persen,” ujar Herzaky.

Lebih lanjut, Manilka Research and Consulting menyebutkan  calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dapat menjadi lawan seimbang bagi pasangan petahana Ahok-Djarot. Namun itu bila Sandiaga berduet dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Pilkada DKI Jakarta. Menurut dia, baik Ahok atau Sandiaga, siapapun yang nantinya akan berkoalisi dengan calon yang diusung oleh PDIP akan menjadi pemenang di Pilkada DKI Jakarta.

Jenderal TNI AD Ditemukan Tewas di Gedung Parkir

Sosok pria ditemukan tewas di lantai dua Parkiran Gedung Sentra Mulya, Kantor Direktorakt Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kemenkumham Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Dua saksi sedang melakukan kontrol dan chek list kendaraan yang parkir di area parkir gedung, kemudian melihat korban berada disamping mobil,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiono.

Dari kartu identitas yang ditemukan, pria tersebut diketahui bernama DMP Nainggolan, 61. Alamat dalam KTP merupakan warga Kobagdiklat I No. 5 RT 01/05 Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sementara berdasarkan penemuan KTA, pria tersebut berpangkat brigadir jenderal TNI Angkatan Darat dengan jabatan sebagai Pati Ahli Kasad Bidang Ipengtet LH Markas Besar TNI AD.

Warga Indonesia Diperlakukan Seperti Pejahat Oleh Pihak Imigrasi Malaysia

Sri Dewi Sulistina (28) mendapat pengalaman pahit saat berkunjung ke Malaysia. Dia ditahan pihak Imigrasi setempat dan diperlakukan bak penjahat, sebelum dideportasi dan dicekal tanpa alasan jelas.

Perempuan ini mengaku sangat kecewa karena diperlakukan layaknya pelaku tindak kriminal. Mereka bahkan tidak dibenarkan menghubungi keluarga.

“Saya sangat kecewa. Katanya Malaysia Truly Asia, tapi kok seperti ini. Ganti saja semboyan itu,” sebutnya.

Setelah dua hari ditahan, Sri bersama 2 WNI lain dideportasi ke Medan pada 19 Agustus 2016 pukul 16.00 waktu Malaysia. Barang milik mereka dikembalikan saat di ruang tunggu. “Kami tidak diberi penjelasan apa-apa,” ujarnya.

Beredar Foto Manohara dan Gubernur Sultra Nur Alam di Sebuah Kapal Pesiar

Beredar foto yang menggambarkan kedekatan antara Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam dengan Manohara Odelia Pinot yang tengah berpose di sebuah kapal pesiar.

Hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi baik dari Nur Alam maupun dari Manohara terhadap foto yang beredar tersebut.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, dalam pengembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi persetujuan Izin Usaha Pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2009-2014, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Gubernur Sultra, Nur Alam sebagai tersangka.

“Penyidik KPK telah menemukan dua alat bukti dan sedang diperbanyak lagi sekarang, menetapkan NA Gubernur Sulawesi Tenggara sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantor KPK, Jakarta, Selasa (23/8).

Jangan sampai ketinggalan lagi informasi terbaru setiap waktu dengan menggunakan Kurio. Setiap minggunya akan kami rangkum beberapa berita terpopuler yang bisa kamu baca.

Related Post