Cara Mengukur IQ Pada Anak dan Bayi
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio, Kurio Tips Cara Mengukur IQ Pada Anak dan Bayi

Cara Mengukur IQ Pada Anak dan Bayi

blogpost-20160825-articleTes IQ (intelligence quotient) merupakan cara untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Umumnya tes ini dilakukan ketika anak sudah memasuki usia sekolah. Tapi sedikit orang yang tahu, ternyata tes IQ ada juga yang bisa dilakukan kepada anak ketika mereka masih balita dan bayi. Ingin tahu apa saja? Berikut beberapa cara untuk mengukur IQ bayi.

Wechles Intelligence Scale for Children (WISC)

Wechles Intelligence Scale for Children (WISC) merupakan tes yang IQ yang diciptakan oleh psikolog asal Amerika Serikat, David Wechsler pada tahun 1949. Secara garis besar tes ini adalah untuk mengukur kemampuan kognitif pada anak dari umur 5 sampai 15 tahun.

Tujuan dari WISC adalah untuk mengukur kemampuan anak dalam aspek verbal dan logika. Berbeda dengan tes IQ pada umumnya, WISC merupakan tes IQ yang tidak membutuhkan peserta untuk menulis jawabannya.

Baca  juga: Tanda-tanda jika anak sudah siap sekolah

blogpost-20160825-bannerTes IQ Fisher-Price

Fisher Price merupakan perusahaan mainan khusus anak-anak dari Inggris. Perusahaan ini menunjuk psikolog ternama untuk meciptakan sebuah tes untuk menentukan tingkat intelegensi dan respon anak bayi. Tes IQ Fisher-Price memang ditunjukkan kepada anak yang berumur enam bulan sampai satu tahun. Berbeda dengan tes IQ pada umumnya di mana peserta yang menjawab merupakan subjek dari tes, Fisher-Price dilakukan kepada orang tua sang bayi untuk menentukan tingkat kecerdasan sang anak.

Tes ini dilakukan dengan memberikan 10 pertanyaan mengenai perilaku dan respon bayi terhadap beberapa situasi. Meskipun banyak ahli anak atau psikolog anak lain mengatakan jika tes ini tidak dapat menentukan tingkat kecerdasan anak saat mereka tumbuh, namun tes ini bisa dilakukan untuk memeriksa perkembangan otak dan respon sang bayi.

Baca juga: Tips mempersiapkan anak kembali sekolah

Bayley Scales of Infant Development (BSID)

Bayley Scales of Infant Development (BSID) merupakan tes yang diciptakan oleh psikolog ternama asal Amerika Serikat Nancy Bayley. Menurutnya BSID lebih tepat disebut sebagai tes DQ (Development Quotient) dibandingkan dengan tes IQ. Tes ini dapat dilakuakan pada bayi yang berumur 1 bulan sampai 42 bulan. Ada lima aspek yang diukur oleh tes ini: cognitive, language, motor, social-emotional, and adaptive behavior.

Tes ini terdiri dari serangkaian pertanyaan dan permainan yang dilakukan sekitar 45 sampai 60 menit. Hasil dari tes ini berbentuk skor yang dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat tingkat kinerja dan respon anak.

Tes di atas bisa dilakukan untuk mengukur perkembangan bayi dan dapat juga dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan ketika masa pertumbuhan bayi. Sebelum atau sesudah melakukan tes sebaiknya orang tua harus terus mengawasi perkembangan sang anak.

Suka dengan artikel ini? Masih banyak artikel menarik lainnya seputar dunia parenting dan anak-anak di Kurio. Jika belum punya Kurio, kamu bisa download aplikasinya di sini. Kurio memiliki beragam artikel, tips, berita, maupun informasi dari ratusan topik yang berasal dari sumber terpercaya.

Related Post