5 Fakta Di Balik Gelar Juara Leicester
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio, Stories 5 Fakta Di Balik Gelar Juara Leicester

5 Fakta Di Balik Gelar Juara Leicester

blogpost-20160518-articleHasil imbang pertandingan antara Chelsea dan Tottenham memastikan Leicester City sebagai juara Premier League 2015/2016. Tidak ada yang menyangka jika tim asuhan Claudio Ranieri ini bisa menjadi juara di liga yang digadang-gadang sebagai liga terbaik di dunia. Sejak bergulirnya Premier League pada Agustus 2015, tidak ada yang menyangka jika Leicester memiliki kans untuk mampu menjuarai liga, bahkan para wartawan dan pengamat sepakbola pun tidak memprediksi jika mereka mampu berada di papan atas klasemen.

Namun, fakta berbicara beda. Konsistensi penampilan dari Jamie Vardy cs membuktikan bahwa tim bertabur bintang dan ratusan juta poundstreling tim bukan kunci utama untuk menjadi yang terbaik di Inggris.

Kemenangan Leicester City merupakan kemenangan dunia sepakbola dan dunia olahraga. Merayakan gelar juara pertama Leicester mereka sejak tim ini didirikan, simak lima fakta menarik mengenai Leicester City dan gelar juara mereka.

Diberkati Biksu

Konsistensi, semangat, dan kerja keras Leicester bisa jadi merupakan kunci utama the Foxes. Namun, di balik semua itu ada kekuatan magis yang ‘membantu’ kesuksesan mereka. Selama tiga tahun terakhir, Leicester City selalu diberkati dan diberi doa oleh para biksu dari kuil Wat Traimit Withayaram Woraviharn, Thailand. Biksu Phra Prommangkalachan dan kelima rekannya rutin mengunjungi King Power Stadium untuk memberkati markas Leicester City dan memberikan ‘jimat’ kepada Jamie Vardy cs.

Hal ini merupakan perintah yang diberikan oleh Vichai Srivaddhanaprabha pemilik Leicester asal Thailand. Ternyata hal ini tidak sia-sia, doa dan berkat dari para biksu terbukti ampuh menyihir tim Leicester menjadi tim mematikan di Premier League.

Karunia King Richard III

Pada 14 85, King Richard III gugur dalam pertempuran yang dikenal dengan nama Battle of Bosworth Field. Selama ratusan tahun, jasad dari sang Raja hilang ditelan bumi. Baru kemudian di tahun 2012, arkeologis berhasil menemukan jasad sang Raja di bawah lapangan parkir di Leicester. Maret 2015, King Richard III kembali dimakamkan dengan upacara kerajaan. Setelah kejadian ini, Leicester berhasil membalikkan keadaan. The Foxes mengakhiri rekor dua bulan tanpa kemenangan dengan tujuh kemenangan dari 9 laga yang membuat mereka selamat dari zona degradasi. Musim berikutnya, Leicester City dinobatkan sebagai tim terbaik di tanah Inggris Raya.

blogpost-20160518-banner

Bukan Dibaca Leicester

Nama tim Leicester City merupakan nama tim yang cukup asing di telinga banyak orang. Bagi kamu yang bukan pecinta sepakbola dan liga Inggris pasti tidak mengetahui siapa mereka. Sekadar informasi, nama tim yang diambil dari kota klub ini didirikan bukan dibaca Leicester sebagaimana ditulis dan sering diucapkan oleh banyak orang. Mengikuti pelafalan Inggris, yang benar untuk menyebutkan nama tim ini adalah Lester.

5000 Banding 1

Memulai musim 2015-2016 tidak ada yang menyangka jika Leicester mampu menjuarai Premier League. Dalam bursa taruhan, Manchester City, Chelsea, dan Manchester United adalah tim dengan kans untuk juara paling tinggi, Leicester berada diperingkat paling bawah dengan odds 5000:1. Odds Leicester untuk menjuarai Premier League sama besarnya dengan kemungkinan Elvis Presley ditemukan masih hidup. Menurut beberapa media, kans Leicester untuk juara di bursa taruhan merupakan odds yang paling kecil sepanjang sejarah olahraga dan taruhan dimulai.

Disangka Klub Rugby

Kunci keberhasilan dari Leicester City adalah dengan mendatangkan Riyad Mahrez dari tim divisi 2 Liga Prancis Le Harve seharga 500 ribu euro. Banyak kejadian unik dari transfer pemain terbaik Liga Inggris musm 2015-2016 ini.

Pada awalnya scout dari Leicester Steve Walsh tertarik dengan pemain yang bernama Ryan Mendes teman satu tim Mahrez, namun Walsh malah lebih tertarik dengan gaya permainan Mahrez. Saat diajak untuk bergabung dengan Leicester, Mahrez sempat ragu-ragu, karena ia belum pernah mendengar nama klub sepakbola asal Inggris yang bernama Leicester City. Mahrez mengira jika Leicester City merupakan nama klub rugby.


 

Related Post