Mengintip Minat Baca Buku di Indonesia
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio Mengintip Minat Baca Buku di Indonesia

Mengintip Minat Baca Buku di Indonesia

Mengintip Minat Baca Buku di IndonesiaSekitar 5000 tahun yang lalu (3100 SM) bangsa Sumeria yang menempati daerah Iraq Selatan menciptakan sebuah benda yang mengubah peradaban manusia selamanya. Kumpulan lembaran dari kulit binatang yang diikat menjadi satu yang setiap lembarannya mereka tuangkan setiap catatan, ide, dan cerita. Benda ini yang pada akhirnya kita kenal dengan nama buku. Ribuan tahun kemudian, tepatnya di tahun 1439, Johannes Gutenberg berhasil menciptakan sebuah mesin cetak yang membuat buku makin mudah diperbanyak dan disebarkan.

Kini berkat temuan jenius dari bangsa Sumeria dan Guttenberg, manusia memiliki sumber informasi, pengetahuan, dan inspirasi di dalam genggaman mereka dalam bentuk buku. Buku memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia sampai sekarang. Berkat peranan yang sangat berarti dari buku, UNESCO akhirnya menetapkan setiap tanggal 23 April jadi Hari Buku Dunia (World Book Day). Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan kematian penulis ternama William Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega.

Hari buku bukan sekadar mengingat kembali peranan dari bangsa Sumeria dan Gutenberg atau beromantisasi dengan sejarah untuk mengingat karya jenius dari William Shakespeare. Hari Buku Dunia harusnya menjadi pengingat bagi kita, bangsa Indonesia untuk mulai sadar akan pentingnya peran buku dan minat baca bagi manusia.

Saat ini, trend membaca atau minat baca di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Menurut data dari OECD minat baca masyarakat Indonesia masih jauh dari tingkat normal. Indonesia berada di peringkat 60 dari 64 negara. Angka ini sangat memprihatinkan mengingat Indonesia terbilang memiliki sumber buku yang cukup.

Mengutip wawancara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap minat baca di Indonesia. “Betapa rendahnya minat membaca masyarakat di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain. Saat ini, Indonesia memiliki perpustakaan di dunia cukup bagus dengan menduduki nomor 35 di atas negara Malaysia, Portugis, Singapore, Jerman, Australia dan Selandia Baru. Namun, pengunjung dan pemanfaatan perpustakaan sedikit sekali dibandingkan dengan negara itu.banyak dan jumlah perpustakaan yang cukup merata juga,” ungkapnya.

Dalam rangka merayakan Hari Buku Dunia, adalah waktu yang tepat untuk merenungkan maknanya dan mulai menanamkan minat baca di dalam diri kita semuanya.

Selamat Hari Buku Dunia dan selamat membaca!

blogpost-20160422-bannerad001

 

Related Post