Kurio Lunch Break: 5 Kisah Selisih Ridwan Kamil dan Gubernur Jatim
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Selisih Ridwan Kamil dan Gubernur Jatim

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Selisih Ridwan Kamil dan Gubernur Jatim

1121

Gara-gara masalah studi banding, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berselisih paham dengan Gubernur Jawa TImur, Soekarwo. Lima hal terkait persitegangan tersebut kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, 25 Februari 2016.

1. Wakil Walikota Bandung Oded Muhammad Danial ditolak saat hendak studi banding terkait pajak. Oded mengaku, penolakan terjadi pada pekan lalu. Saat itu dia bertolak ke Kota Pahlawan bersama staf Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung. Dia mengatakan alasan penolakan itu tidak berdasar. Oded mengaku heran dengan sikap Pemkot Surabaya. Padahal surat layangan melakukan studi banding sudah dikirim. Bahkan surat balasan dari Pemkot Surabaya sudah diterima. “Bukan diusir. Kita ke sana, mereka enggak ada yang siap nerima. Tapi alasannya enggak jelas,” kata Oded. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

2. Ridwan Kamil menyayangkan sikap Pemerintah Kota Surabaya. “Sy menyesalkan, Wakil walikota Bdg ditolak studi banding ol pemko Surabaya. Insya Allah dg visi NKRI kami di Bdg akn terima siapapun ut studi,” tulis pria yang akrab disapa Kang Emil itu. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

3. Respon Gubernur Jawa Timur coba tenangkan suasana. Cuitan Kang Emil di Twitter itu langsung ditanggapi oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, menulis dalam akun Twitter miliknya, menyatakan masyarakat Jawa Timur ramah bagi semua orang. “Jatim ramah untuk siapa-pun mas @ridwankamil, diklarifikasi agar tidak memunculkan persepsi buat Jatim. *Pakde Karwo,” tulis Soekarwo. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

4. Politikus PDI-Perjuangan asal Surabaya anggap Ridwan Kamil sedang bercanda. Wakil Ketua PDIP Surabaya, Didik Prasetiyono, ikut menanggapi polemik itu. Namun, dia menganggap Emil sedang bergurau. Sebab menurut mereka, selama ini Kota Surabaya tak pernah pelit berbagi pengalaman dengan daerah lain. “Mungkin Pak Ridwan bercanda, dan tidak diperlukan bagi pemerintah kota menanggapi masalah cuitan itu. Apalagi beliau (Ridwan Kamil) kan punya selera humor tinggi, karena memang tak ada penolakan studi banding yang ditolak Pemkot Surabaya,” ujar Didik. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

5. Namun Ridwan Kamil punya cerita lain, ia beberkan kronologi penolakan studi banding di Surabaya. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil rupanya masih meradang soal penolakan rombongan studi banding ke Surabaya. Lewat akun Twitternya, pria yang akrab disapa Emil ini mengungkap kronologis penolakan yang diterima rombongan Wakil Wali Kota Bandung. “Terlampir kronologis. Tidak mungkin datang tanpa konfirmasi. logika sederhana. Semoga tidak terjadi lagi. Surabaya-Bandung itu bersaudara,” tulis @ridwankamil. Baca lengkap kronlogisnya di Merdeka.com >