Kiat Bijak Perihal Orientasi Seksual Anak
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio, Kurio Tips Kiat Bijak Perihal Orientasi Seksual Anak

Kiat Bijak Perihal Orientasi Seksual Anak

blogpost-20160218-01

Maraknya kampanye yang memperjuangkan hak LGBT di tanah air, membuat peran orang tua semakin menantang. Berbagai perasaan yang muncul semakin membuat kita khawatir bagaimana orientasi seksual anak kedepannya. Budaya timur yang sudah menempel sejak lahir, memiliki paham bahwa hubungan sesama jenis adalah tabu.

Selain faktor hormon yang disebut-sebut dapat membuat seseorang menjadi homoseksual, faktor lainnya yang berpengaruh besar adalah lingkungan keluarga. Dilansir dari crosswalk.com, gaya didik orang tua dapat ikut menentukan keputusan anak akan orientasi seksualnya. Jika berpikir mendidik anak untuk menjadi anti-gay dapat mencegah anak dari homoseksualitas, Anda salah besar, anak justru akan mendapati rasa penasaran yang tinggi. Menjadi orang tua yang bijak tanpa menghakimi status seseorang, akan membuat pribadi anak menjadi lebih baik dan matang.

Dalam buku Reparative Therapy of Male Homosexuality, Joseph Nicolosi menjelaskan bahwa hubungan yang buruk antara ayah dan anak ataupun perlakuan ayah yang dingin/kaku terhadap anak adalah masalah utama dalam keluarga yang dapat menyebabkan penyimpangan seksual pada anak. Maka dari itu, ada hal-hal yang sebaiknya orang tua lakukan agar tetap bijak perihal orientasi seksual anak.

  • Orang tua harus bekerja sama mendidik dan peka dalam memperhatikan perkembangan anak. Sesibuknya Anda, tetap luangkan waktu untuk sekedar melempar canda bersama anak dan pasangan. Baca selengkapnya disini.
  • Ciptakan atmosfer untuk saling terbuka. Biasakan untuk melakukan sharing setelah anggota keluarga lengkap berkumpul. Anda juga dapat menceritakan bagaimana hari Anda kepada sang anak, namun tetap hindari konteks yang terlalu serius. Dengan terbukanya orang tua kepada anak, akan memicu keterbukaan anak kepada orang tua.
  • Berikan mainan dan kenalkan kegiatan sesuai dengan gender anak. Contohnya, ajak anak laki-laki bermain bola bersama ayah atau mengajak anak perempuan untuk masak bersama ibu.
  • Pendekatan agama sangat berarti dalam pembentukan pola berpikir dan berperilaku anak. Tanamkan nilai-nilai dasar keagamaan mulai dari dini sehingga ketika anak tumbuh remaja dan usia dewasa, nilai-nilai agama tetap menjadi pegangannya.
  • Memainkan role model masing-masing sebagai orang tua. Biarkan anak melihat bahwa ayah adalah si pengambil keputusan.
  • Selalu adil memberi kasih sayang dan tidak berat pada anak tertentu saja. Jangan pernah membandingkan anak satu dengan yang lainnya. Ini dapat membuat hati anak menjadi kecil dan tidak berani terbuka kedepannya.
  • Selalu tunjukan hubungan yang harmonis bersama pasangan dan hindari bertengkar di depan anak. Hal ini akan menimbulkan persepsi anak bahwa hubungan heteroseksual adalah yang paling baik.

Kiat diatas sudah sewajarnya kita terapkan sebagai orang tua. Selain menghindarkan anak dari penyimpangan seksual, lewat hubungan keluarga yang harmonis, anak akan tumbuh dengan kepribadian yang lebih menyenangkan.

So, moms and dads, tetap sabar dan jadikan proses mengasuh anak kegiatan yang fun, ya! Anda juga dapat mengakses berita dan tip menarik seputar Family & Parenting dalam topik Life & Health di Kurio. #HappyParenting

Related Post