Kurio Lunch Break: 5 Kisah Ahok Bersih-Bersih Kalijodo
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Ahok Bersih-Bersih Kalijodo

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Ahok Bersih-Bersih Kalijodo

1121
Kalijodo difoto dari atas Ant/M.Adimaja – via Metrotvnews.com

Pemerintah DKI Jakarta bersiap menggusur salah satu tempat prostitusi terkenal di Jakarta, Kalijodo. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyatakan Kalijodo harus digusur karena menduduki lahan negara. Selain itu praktik perjudian juga subur di sana. Lima kisah terbaru tentang rencana penggusuran Kalijodo kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, Rabu, 17 Februari 2016.

1. Kalijodo akan digusur, Ahok layangkan SP1 minggu ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bertindak cepat membongkar kawasan Kalijodo. Surat Peringatan pertama (SP1) terkait penggusuran akan dilayangkan dalam waktu dekat. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, surat bakal dilayangkan kemungkinan pekan ini. “Saya enggak tahu (pastinya), mungkin minggu ini,” kata Ahok. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

2. Mau gusur Kalijodo, Ahok sebut dapat dukungan dari aparat. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, ia hanya menjalankan amanat konstitusi untuk menggusur wilayah Kalijodo, Jakarta Utara. Mantan Bupati Belitung Timur itu menilai, pemukiman dan tempat hiburan yang dibangun di kawasan Kalijodo merupakan tanah negara dan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. “‎Prinsip kita ya kita kan pejabat. Pejabat itu disumpah untuk melaksanakan konstitusi. Jadi, kasus Kalijodo itu sebenarnya dalam Undang-Undang Pokok Agraria, itu sebenarnya sudah melanggar,” ujar Ahok. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >

3. Kalijodo disebut jadi panggung politik jelang Pilkada DKI. Pengamat Perkotaan asal Universitas Trisakti Yayat Supriyatna menilai, wacana penggusuran lokalisasi Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, dijadikan ajang panggung pencitraan oleh para calon Gubernur yang akan maju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. “Ya, bagi siapa pun yang ingin jadi Gubernur, Kalijodo memang jadi ajang panggung. Menjadi sorotan publik, karena orang akan banyak menyorot ke sana. Coba kalau yang di Marunda, sepi kan?” papar Yayat. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >

4. Kalijodo disebut salah satu daerah korup, ini cerita polisi. idak hanya konflik antarkelompok di Kalijodo yang diurusi Komisaris Besar Krishna Murti saat menjabat Kapolsek Penjaringan. Sebagai kawasan perjudian, tentu saja ini menjadi magnet bagi oknum aparat. Simbiosis bos judi dan oknum aparat pun terjadi. Krishna menceritakannya secara gamblang dalam Geger Kalijodo. Buku yang ditulis 2004 itu bercerita komplesitas permasalahan yang ada di lokalisasi yang berdiri sejak 1930-an. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

5. Selain judi dan prostitusi, Kalijodo jadi ‘rumah’ sekitar 2.000 preman di Jakarta. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Khrisna Murti, pernah menuliskan buku khusus terkait kawasan Kalijodo Jakarta Barat pada tahun 2004. Sewaktu Khrisna masih di Polsek Penjaringan, ia mengaku memang ada tiga tempat perjudian besar di Kalijodo. “Saat itu saya berpikir tidak boleh terjadi di wilayah hukum manapun. Apapun caranya saya sebagai kapolsek bertanggung jawab selesaikan masalah itu,” ungkapnya. Zaman dulu, kata Krishna, ada sekitar 2.000 preman cari makan di Kalijodo. Sekarang, kondisi Kalijodo sebenernya jauh lebih baik. Baca lengkap beritanya di Viva.co.id >

Related Post