Bytes of the Week: Technology & Science (6-12 Februari 2016)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: Technology & Science (6-12 Februari 2016)

Bytes of the Week: Technology & Science (6-12 Februari 2016)

Selamat pagi! Banyak hal menarik yang terjadi dan tercatat di dunia teknologi dan sains selama seminggu lalu. Berikut lima berita yang mungkin saja Anda lewatkan.

Ilustrasi gelombang gravitasi. (NASA)
Ilustrasi gelombang gravitasi. (NASA)

Ilmuwan akhirnya membuktikan adanya gelombang gravitasi.
Berawal dari relativitas umum Albert Einstein, gelombang gravitasi dianggap merupakan salah satu fondasi penting bagi teori besar tersebut. Berita baiknya, tim ilmuwan dalam program Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory berhasil mendeteksi adanya gelombang itu yang ternyata berasal dari tergabungnya dua lubang hitam. Kejadian ini berlangsung 1,3 miliar tahun lalu, dengan suara berdurasi seperlima detik. Temuan ini menjadi babak baru bagi para ilmuwan dalam misinya menguak rahasia semesta. (via Liputan6.com)

Pemerintah menyikapi isu stiker bertema LGBT.
Pengguna aplikasi chat seperti LINE, WhatsApp, dan Facebook di Indonesia menyatakan ketidaknyamanannya di internet sejak ditemukannya stiker-stiker bertema Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT) pada platform-platform tersebut. Tak tinggal diam, isu yang sensitif ini disikapi oleh perwakilan pemerintah. Mereka mengharapkan platform-platform chat itu dapat memfilter konten seperti stiker tersebut. (via ArenaLTE.com)

Algoritma baru Twitter resmi diuji.
Twitter sedang menguji timeline dengan format terbaru. Tak lagi kronologis, Twitter menggunakan algoritma yang saat dieksekusi, user akan mendapatkan tweet berdasarkan relevansi pengguna. Walau begitu, pengguna bisa diberikan pilihan untuk opt-out dari format timeline berbasis algoritma. (via Dailysocial.id)

Google dikabarkan ingin seperti Apple.
Smartphone Nexus ‘keluaran’ Google selama ini adalah hasil kerja sama si raksasa teknologi dengan vendor-vendor populer seperti Huawei dan HTC. Namun, dilansir dari The Information, Google ternyata berencana ingin secara natif merilis ponselnya sendiri–seperti strategi Apple merilis teleponnya sendiri, iPhone. Cara ini dianggap sebagai strategi Google demi melawan dominasi Apple. (via Liputan6.com)

Belasan tahun lagi, iPhone akan tergantikan.
Analis Piper Jaffray meramalkan bahwa kehadiran teknologi Virtual Reality dan perangkatnya akan menggeser posisi iPhone sebagai gadget ‘utama’ sejak Apple diramalkan akan menambahkan teknologi Made for iPhone (MFI) yang memudahkan pihak ketiga membuat headset VR ‘ramah iPhone”. Apple sendiri diramalkan akan membuat perangkat Mixed Reality, menggabungkan dunia nyata dan VR sekaligus. (via Makemac.com)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post