Kurio Lunch Break: 5 Kisah Sengketa Merek IKEA di Indonesia
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Sengketa Merek IKEA di Indonesia

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Sengketa Merek IKEA di Indonesia

1121

Dunia dibuat kaget, perusahaan furnitur kelas dunia, IKEA kehilangan hak mereknya di Indonesia. Mahkamah Agung telah memutuskan bahwa merk IKEA di Indonesia dimiliki oleh perusahaan asal Surabaya, PT Ratania Khatulistiwa. Lima kisah sengketa merek IKEA di Indonesia kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, 9 Januari 2016.

1. Kehilangan merek dagang, IKEA tetap beroperasi di Indonesia. PT Hero Supermarket Tbk sebagai pemegang waralaba IKEAmemastikan, Toko IKEA di Alam Sutera tetap beroperasi sebagaimana biasa. Sehingga, ditegaskan IKEA terus menjual seluruh rangkaian produknya secara lengkap. “Terlepas dari keputusan Mahkamah Agung, Inter IKEA Systems B.V. tetap memegang kepemilikan hak merek IKEA di Indonesia. Hal ini berarti waralaba IKEAdi Indonesia tetap dapat melanjutkan operasional IKEA tanpa adanya hambatan,” ungkap General Manager CSR & Corporate Communication Hero Supermarket, Natalia Lusnita. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >

2. IKEA Swedia kalah di pengadilan karena ‘merek tidur’. Berdasarkan salinan putusan kasasi yang dikutip detikcom dari website MA, Rabu (3/2/2016), IKEA ala Surabaya menggunakan dalih Pasal 61 ayat 1 huruf a UU Merek yang berbunyi: Penghapusan pendaftaran Merek atas prakarsa Direktorat Jenderal dapat dilakukan jika merek tidak digunakan selama 3 tahun berturut-turut dalam perdagangan barang dan/atau jasa sejak tanggal pendaftaran atau pemakaian terakhir, kecuali apabila ada alasan yang dapat diterima oleh Direktorat Jenderal. Baca lengkap beritanya di Detik.com >

3. Dampak putusan Mahkamah Agung bagi IKEA Swedia. Putusan ini diadili pula oleh hakim anggota hakim agung Abdurrahman dan hakim agung I Gusti Agung Sumanatha. Ternyata dalam putusan ini, majelis terbelah. Hakim agung Sumanatha memilih dissenting opinion dan menyatakan gugatan IKEA versi Surabaya haruslah ditolak. “Secara kasat mata IKEA milik tergugat cukup besar berada di Jalan Alam Sutera, Tangerang Banten sehingga demikian Pasal 61 ayat 2 huruf a UU Merek tidak dapat diterapkan,” ujar hakim agung Sumanatha. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

4. Siapa pengusaha Surabaya pemilik merek IKEA? Sengketa merek IKEA bermula pada 2013 silam. PT Ratania Khatulistiwa menggugat IKEA dan Dirjen HKI di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat terkait pembatalan merek IKEA untuk kelas barang 20 dan 21. Mengutip HAKI, barang kelas 20 antara lain perabot rumah, kaca, bingkai, serta barang-barang berbahan plastik. Sedangkan kelas 21 antara lain perkakas rumah tangga atau dapur. Mulai dari wadah kecil bukan terbuat dari logam, barang pecah belah, porselen, dan barang-barang tembikar. Baca lengkap beritanya di Kontan.co.id >

5. Mengenal pemilik IKEA Swedia, sang miliarder yang rendah hati. IngvarKamprad, pria berumur 89 tahun asal Swedia ini merupakan salah satu miliarder pemilik perusahaan ritel furnitur terbesar, IKEA. Walaupun kini ia menjabat sebagai dewan penasehat di perusahaan yang ia dirikan tersebut, kisah perjalanan kesuksesannya cukup bisa membuat kita berdecak kagum. Kampard telah mendedikasikan hidupnya untuk membangun perusahaan ritel furnitur ini selama lebih dari 70 tahun. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >