Kurio Lunch Break: 5 Kisah Baru Kasus Papa Minta Saham
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Baru Kasus Papa Minta Saham

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Baru Kasus Papa Minta Saham

1121

Setya Novanto akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Agung, Kamis, 4 Februari 2016. Ia rencananya diperiksa sebagai saksi dalam kasus pencatutan nama presiden yang dikenal dengan kasus ‘Papa Minta Saham’. Lima kisah terbaru kasus tersebut kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, hari ini:

1. Setya Novanto diperiksa untuk kasus pemufakatan jahat.  Mantan Ketua DPR yang kini menjabat Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto, akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Agung untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemufakatan jahat terkait lobi perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. “Ini pemeriksaan awal. Sejak kemarin memang informasinya Setya Novanto akan hadir,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Arminsyah. Baca lengkap beritanya di CNNIndonesia.com >

2. Jaksa Agung berharap Novanto koperatif. Jaksa Agung M Prasetyo berharap mantan Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan Kejaksaan Agung pada pekan depan. Novanto dipanggil Rabu, 27 Januari lalu, namun dia tak memenuhi panggilan. “Setya Novanto mengajukan penundaan sejak seminggu yang lalu. Kita berikan waktu dua minggu,” ungkap Prasetyo. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

3. Panitia kerja kasus Setya Novanto terbentuk. Pembentukan panitia kerja (panja) oleh Komisi III DPR terkait penegakan hukum kasus dugaan pemufakatan jahat permintaan saham PT Freeport Indonesia yang menjerat Setya Novanto bukan sekadar wacana. Panja ini resmi terbentuk dan disepakati oleh semua anggota Komisi III DPR dalam rapat pleno internal di Kompleks Parlemen. Baca lengkap beritanya di Kontan.co.id >

4. Sempat mangkir, Setya Novanto beralasan psikologi politik. Bekas Ketua DPR Setya Novanto tak memenuhi panggilan Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan pemufakatan jahat. Dia absen untuk kali ketiga. Kuasa Hukum Novanto, Firman Wijaya, menuturkan ketidakhadiran kliennya karena beberapa pertimbangan. Menurut Firman, kasus yang kini dihadapi Novanto terbilang kompleks. Baik dari sisi psikologi politik maupun aspek yuridis. “Alasan (ketidakhadiran) psikologi politik lebih dominan,” kata Firman. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

5. Di tengah bergulirnya kembali kasus Papa Minta Saham, Setya Novanto masuk bursa calon Ketua Umum Golkar. Dualisme Partai Golkar (PG) sudah mencapai tahapan menyelenggarakan Musyawarah Nasional Bersama (Munaslub) sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Nama-nama calon Ketua Umum (Ketum) Golkar masa depan sudah bermunculan. Bendahara Umum (Bendum) DPP Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo mengatakan, Ade Komarudin (Akom), Setya Novanto (Setnov), Idrus Marham dari kubu Munas Bali dan Airlangga Hartanto dari Kubu Munas Jakarta, merupakan nama-nama calon kuat Ketum Golkar mendatang yang beredar di internal partai berlambang pohon beringin ini. Baca lengkap beritanya di Beritasatu.com >

Related Post