Kurio Lunch Break: 5 Kisah Darurat Virus Zika
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Darurat Virus Zika

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Darurat Virus Zika

polda-diy-bentuk-tim-khusus-cari-dr-rica-iMdcwXAYrH

Virus Zika kini menjadi momok bagi masyarakat dunia. Mulai mewabah di daerah tropis, virus yang disebabkan nyamuk sejenis Aedes Aegepty ini mulai menyebar hingga akhirnya WHO menetapkan status darurat. Lima kisah terbaru status darurat virus Zika kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, Rabu, 3 Februari 2016

1. WHO tetapkan status darurat terkait virus Zika. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo mengatakan bahwa virus Zika yang sekarang dikabarkan mewabah di Benua Amerika, sebenarnya bukan suatu hal yang harus ditakuti. “Zika ini biasa saja, bukan suatu yang menakutkan,” kata Untung. Ia mencontohkan kasus infeksi virus Zika di Brazil yang ramai diberitakan media. Menurutnya, status infeksi korban itu masih dalam status diduga. Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

2. Kiat menghadapi serangan virus Zika (Lihat Grafis). Tentang Zika, Kemenkes pun menerbitkan panduan ringkas yang sebagian bahannya dicuplik untuk infografik. Siapa saja yang berisiko terinfeksi? Siapa pun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika. Misalnya beberapa negara di Amerika Latin — di antaranya Brasil dan Suriname. Baca lengkap beritanya di Beritagar.id >

3. Kasus Zika tahun ini pertama kali terjadi di Thailand.  Kasus pertama virus Zika tercatat pada awal tahun ini di Thailand. Pemerintah Thailand mengatakan virus Zika bukan sesuatu yang baru di negara itu dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Diberitakan Bangkok Post, Rabu (3/2), Rumah Sakit Bhumibol Adulyadej mengonfirmasi telah merawat pasien yang terjangkit Zika pada awal bulan lalu. Baca lengkap beritanya di CNNIndonesia.com >

4. Beda gejala Zika dan demam berdarah. Virus Zika maupun virus Dengue, keduanya sama-sama ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Gejala infeksi kedua virus ini pun hampir mirip, yaitu demam. Namun, ada beberapa gejala yang membedakan ketika terinfeksi vius Zika atau terinfeksi virus Dengue yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD). “Gejala yang menonjol jika terinfeksi virus Zika adalah mata merah,” ujar dokter Spesialis Penyakit Dalam Ari Fahrial Syam. Baca lengkap beritanya di Kontan.co.id >

5. Virus Zika mimpi buruk bagi ibu hamil. Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Di daerah tropis, Zika dibawa nyamuk Aedes aegypti. Di Afrika, Aedes africanus, danAedes aIbopictus di beberapa daerah lain. “Penyakit ini sebenarnya tidak seperti demam berdarah. Sel darah putih menurun tetapi tidak disertai penurunan trombosit sehingga risiko perdarahan itu relatif kecil,” kata pakar penyakit tropis Universitas Airlangga Nasronudin. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >