Kurio Lunch Break: 5 Kisah Menteri Susi Jaga Kedaulatan Indonesia
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Menteri Susi Jaga Kedaulatan Indonesia

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Menteri Susi Jaga Kedaulatan Indonesia

1121

Laut Indonesia menjadi salah satu wilayah yang sering diinjak-injak kedaulatannya oleh bangsa asing. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berjanji untuk tidak membiarkan laut Indonesia jadi alas kaki bangsa lain. Lima kisah Menteri Susi menjaga kedaulatan Indonesia kami ringkas di Kurio Lunch Break, 2 Februari 2015.

1. Menteri Susi tak ingin laut Indonesia dijarah bangsa asing. “Kedaulatan teritorial laut & PANGAN bangsa kita TIDAK BOLEH lagi di injak injak. Kita bangsa yg besar yg sadar akan Kedaulatan& menjaganya!,” tegas Menteri Susi. Menteri Susi menegaskan ribuan kapal asing berbondong-bondong mencuri ikan di laut Indonesia. Menteri Susi mencontohkan kapal Silver Sea (SS) 2, yang mencuri 2.000 ton ikan dan udang dari laut Indonesia. Selain mencuri, kapal asing juga memakai solar subsidi yang diperuntukan untuk nelayan. Nelayan nakal, menjual solar ditengah laut kepada nelayan asing. Menteri Susi menegaskan, tidak boleh ada lagi kapal asing menginjakan kaki di laut Indonesia. Baca lengkap beritanya di RRI.co.id >

2. Tangkap kapal asing pencuri ikan, Menteri Susi digugat. Kuasa Hukum Nahkoda Kapal MV Silver Sea II berbendera Thailand Yotin Kuarabiab, Yusril Ihza Mahendra mengaku sangat siap berhadapan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Bahkan, Yusril mengaku kesiapannya itu sudah sejak lama. Hal itu dikatakan Yusril menanggapi pernyataan Susi Pudjiastuti yang mengaku siap berhadapan dengannya terkait kasus dugaan pencurian ikan yang dilakukan Kapal MV Silver Sea II dari Thailand. Baca lengkap beritanya di Sindonews.com >

3. Menteri Susi siap hadapi somasi Yusril. Pihak KKP menegaskan, proses penanganan kasus pelanggaran hukum yang dilakukan MV. Silver Sea II tidak berjalan lamban, sebagaimana yang ditudingkan pihak Yusril. “Bahwa perlu kami tegaskan, penyidik PPNS KKP selaku penyidik perkara MV. Silver Sea II telah menyampaikan hasil penyidikan ke penuntut umum sesuai dengan ketentuan Pasal 73 B UU perikanan,” kata Direktur Penanganan Pelanggaran PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan Fuad Himawan. Baca lengkap beritanya di Kontan.com >

4. DPR dukung Menteri Susi hadapi gugatan. Langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menangkap Kapal MV Silver Sea 2 yang kedapatan mencuri ikan, lalu berujung pada gugatan, mendapat dukungan dari kalangan DPR. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, terlepas dari masalah teknis penyidikan, ketegasan Menteri Susi terhadap kapal asing pencuri ikan sudah sangat tepat. ”Masalah ini sebenarnya bukan lagi pidana, tapi sudah merupakan pelanggaran kedaulatan yang sangat serius. Karena itu kita dari DPR mendukung langkah Susi tersebut,” kata Dasco dalam keterangan tertulisnya kemarin. Dia berpandangan, tanpa ada ketegasan, situasi akan semakin sulit. Baca lengkap beritanya di Sindonews.com >

5. Tak hanya soal kedaulatan bangsa, Susi juga minta nelayan Indonesia dilindungi dari pihak asing. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun berharap, DPR dalam hal ini Komisi IV dapat segera menyelesaikan seluruh proses RUU untuk dijadikan UU. Menurut Susi, RUU ini sangat penting, karena akan memberikan payung hukum dalam pelaksanaan perlindungan bagi mereka (nelayan, pembudi daya ikan,dan penambak garam), sehingga menguntungkan mereka dan pemberdayaan yang dilakukan mereka dapat maksimal. “Upaya tersebut sejalan dengan meningkatkan kesejahteraan, kesejahteraan bagi keluarganya dan kesejahteraan bagi mereka semua dengan adanya UU ini,”ujarnya. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >