Kurio Lunch Break: 5 Kisah Bandar Narkoba Masuk ISIS
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Bandar Narkoba Masuk ISIS

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Bandar Narkoba Masuk ISIS

LUNCH BREAK

Diduga, sejumlah bandar narkoba yang sedang ditahan di LP Nusakambangan bergabung dengan ISIS. Salah satu bandar terbesar, Freddy Budiman diduga memasok sejumlah uang ke organisasi teror ini. Lima kisah dugaan masuknya bandar narkoba ke jaringan ISIS kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, 26 Januari 2016.

1. Freddy Budiman dikabarkan gabung ISIS. Bandar Narkoba kelas kakap Freddy Budiman dikabarkan bergabung dengan organisasi radikal ISIS. Terpidana mati kasus narkoba itu saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor. Baca lengkap beritanya di Viva.co.id >

2. Densus 88 pertimbangkan periksa Freddy Budiman soal ISIS.  Freddy Budiman, gembong narkoba yang diduga gabung ISIS ketika berada di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah kemungkinan bakal diperiksa Densus 88 Mabes Polri. Baca lengkap beritanya di Tribunnews.com >

3. Freddy Budiman tak pernah bertemu Abubakar Baasyir. Pengacara narapidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir, Achmad Michdan, menyatakan kliennya tak berhubungan dengan terpidana mati kasus narkotik Freddy Budiman. Ba’asyir, menurut sumber CNNIndonesia.com, menerima aliran dana dari Freddy yang kini disebutnya telah masuk kelompok radikal ISIS. Baca lengkap beritanya di CNNIndonesia.com >

4. Persempit gerak bandar narkoba dan teroris, polisi razia kos-kosan. Indekos disinyalir menjadi salah satu tempat persembunyian para penjahat di Ibu Kota. Polisi akan melakukan pengawasan terhadap indekos yang dianggap rawan. “Kita akan razia indekos untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan narkoba dan teroris,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

5. Ada simbiosis mutualisme antara teror dan narkotik. Pengamat terorisme dari International Crisis Group (ICG) Sidney Jones menyebutkan terdapat hubungan saling memanfaatkan antara narapidana narkoba dan teroris. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak napi teroris yang akhirnya bergabung dengan jaringan radikal. “Ada beberapa kemungkinan mengapa napi narkotik dan teroris saling berhubungan di dalam penjara. Salah satunya, perlindungan di penjara,” kata Sidney. Baca lengkap beritanya di CNNIndonesia.com >

Related Post