Belajar Dari Kobe Bryant, Pablo Picasso, dan Mozart
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Inside Kurio, Stories, Tau dari Kurio Belajar Dari Kobe Bryant, Pablo Picasso, dan Mozart

Belajar Dari Kobe Bryant, Pablo Picasso, dan Mozart

Belajar Dari Kobe Bryant, Pablo Picasso, dan Mozart

Belum lama ini, salah satu pemain terbaik NBA sepanjang masa, Kobe Bryant mengumumkan dirinya akan mengundurkan diri dari olahraga yang telah membesarkan namanya. Selama lebih dari 20 tahun, pemain LA Lakers ini telah banyak memeroleh banyak penghargaan, baik secara pribadi maupun untuk timnya.

Melihat ke belakang perjalanan karirnya, kesuksesan yang ia raih tidak datang seketika. Etos kerja yang tinggi, latihan yang tekun, serta jiwa yang pantang menyerah menjadi kunci kesuksesan Kobe Bryant sebagai pemain basket profesional. Melihat kesuksesaan Kobe dan beberapa orang lainnya di berbagai bidang, seorang professor psikologi kognitif John Hayes meneliti rahasia dibalik kesuksesan mereka.

John Hayes, professor psikologi kognitif asal Carnegie Mellon University, Amerika Serikat mengumumkan hasil penelitiannya selama lebih dari satu dekade meneliti mengenai peran dari usaha, latihan, serta pengetahuan sebagai kunci kesuksesan seseorang. Dalam penelitiannya ini, Hayes dan timnya banyak membedah perjalanan karir dari oang-orang terbaik dibidangnya. Selain Kobe penelitian ini juga melihat perjalanan karir dari Mozart dan Picasso.

Mengawali penelitiannya, ia menganalisis komposer-komposer terbaik sepanjang masa dan melihat karya-karya terbaik mereka sepanjang tahun 1695-1900. Dari ribuan musik yang ada, Hayes memilih 500 karya terbaik sepanjang masa dari 76 komposer.

Dari 500 karya ini Hayes membaginya berdasarkan timeline karir para komposer tersebut. Dengan cara seperti ini, ia ingin mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seseorang untuk bisa menghasilkan karya terbaik. Temuan dari penelitian ini ternyata sangat mengejutkan, Hayes menemukan jika 500 karya musik ini hampir semuanya merupakan karya yang ditulis oleh musisi setelah 10 tahun mereka berkarya.

Hayes akhirnya dapat menyimpulkan jika seorang musisi genius seperti Mozart pun membutuhkan waktu 10 tahun sebelum mampu menciptakan karya yang hebat. Pola ini ternyata berlaku juga untuk bidang lain selain musik. Dalam bidang seni,ia menemukan hal yang sama dengan Picasso. Pelukis asal Italia ini baru berhasil membuat karya yang hebat setelah 10 tahun melukis.  Lewat hasil ini, Hayes menyebutkan penelitian ini sebagai “Ten Years of Silence”.

Ten Years of Silence dari Hayes ternyata mendukung sebuah teori yang dihasilkan dari penelitian K. Anders Ericsson yang menyatakan jika kita memberikan tenaga dan pikiran kita selama 10.000 jam dalam suatu hal, kita akan menjadi ahli di bidangnya.

Extra Latihan Yang Giat

Hanya menggantungkan dengan waktu dalam mengerjakan seseuatu bukan ukuran mutlak sesesorang bisa menjadi sukses. Hayes lebih lanjut meneliti elemen penting untuk menunjang temuannya ini. Lewat penelitiannya yang mendalam, ia melihat proses latihan Kobe Bryant dalam menyempurnakan kemampuan bermain basketnya.

Kobe bisa dibilang memiliki bakat alami dalam bermain basket, saat umurnya masih belia, ia sudah dianggap pantas untuk bermain dalam kompetisi basket terbaik di dunia. Namun, banyak orang yang tidak tahu kalau kesuksesan yang ia raih bukan semata dari bakatnya saja.

Menurut penuturan dari salah satu staff pelatih tim basket untuk Amerika Serikat di Olimpiade London 2012, Kobe Bryant merupakan pemain yang paling gigih dalam berlatih. Singkat cerita, Kobe selalu menetapkan target yang harus ia selesaikan selama latihan guna menyempurnakan permainannya.

Dengan selalu menetapkan target dalam berlatih ataupun bekerja, seorang manusia mampu mengembangkan bakat dan keahlian yang ia ingin kembangkan. Musisi, artist, CEO, dan atlet banyak yang telah menerapkan hal ini untuk menjadi yang terbaik.

Pelajaran Berharga

Hasil penelitian Hayes bukan semata hanya untuk melihat perkembangan serta perjalanan karir orang suskes seperti Kobe, Mozart, ataupun Picasso. Ada pelajaran berharga yang bisa kita petik dari penelitiannya. Memang kita belum tentu memiliki bakat serta kesempatan yang sama untuk bisa menyamai prestasi mereka, namun dengan menerapkan apa yang mereka telah kerjakan, kita bisa mencapai sukses yang kita inginkan.

Cara bagimana kita berusaha, berlatih, dan mengembangkan pengetahuan kita akan tercermin dari hasil yang diraihnya.

Kurio sebagai aplikasi yang mengumpulkan berbagai sumber informasi dari sumber terpercaya bisa menjadi media untuk mengembangkan diri serta menambah pengetahuan. Setiap informasi yang disajikan, dikurasi baik secara otomatis maupun manual oleh tim kurasi Kurio agar terus menyediakan informasi yang relevan, terpercaya, dan bermanfaat.

Download aplikasi Kurio untuk terus menambah pengetahuanmu. #BanyakBacaBanyakTau

Related Post