Bytes of the Week: News (9-15 Januari 2015)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News (9-15 Januari 2015)

Bytes of the Week: News (9-15 Januari 2015)

Selamat pagi! Ada banyak berita penting selama seminggu ini. Berikut lima di antaranya yang mungkin Anda lewatkan.

BOTW
Sejumlah polisi mengambil posisi di dekat sebuah mobil saat melakukan pengejaran terhadap pelaku ledakan di pospol Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). Baku tembak terjadi di depan Sarinah setelah suara ledakan ketiga terjadi. (AFP PHOTO/Bay Ismoyo)

Teror guncang Jakarta, ISIS klaim bertanggung jawab.
Setidaknya tujuh orang tewas dalam serangan bom bunuh diri yang mengguncang daerah Sarinah, Jakarta Pusat Kamis siang pekan ini. Lima pelaku yang diduga berafiliasi dengan organisasi teror ISIS menjadi eksekutor rencana ini. Kelimanya meledakan pos polisi dan gerai Starbucks yang berada di daerah tersebut. Usai meledakkan diri, dua pelaku lain baku tembak dengan polisi, pada akhirnya, dua pelaku terakhir meledakkan diri di pelataran Starbucks, 20 menit usai serangan pertama dilancarkan. Pada malam harinya, ISIS menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan ini. (via Suara.com)

Divonis enam tahun penjara, Suryadharma Ali banding.
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dihukum enam tahun penjara. Ia dianggap bersalah atas perbuatannya menyalahgunakan wewenangnya selaku Menteri Agama pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2010-2013. Atas hukuman tersebut, SDA engajukan banding terhadap putusan majelis hakim di pengadilan tingkat pertama. “Soal pertimbangannya hakim itu mengambil sepenuhnya apa yang didakwakan oleh jaksa itu sangat memberatkan Pak Suryadharma. Oleh karena itu perlu diajukan banding,” kata pengacara Suryadharma, Humprey Djemat. (via Republika.co.id)

Gafatar ‘hidup lagi’, lancarkan teror dengan menculik orang.
Organisasi Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar kini sedang jadi perbincangan hangat. Gafatar diduga sebagai organisasi sesat yang tengah menghimpun kekuatan dengan cara merekrut banyak orang, salah satunya adalah dr. Rica dan Kevin Aprilio. Sebelumnya, Rica dilaporkan hilang pada 30 Desember 2015, ia ditemukan di Kalimantan bersama dua perekrutnya yang merupakan anggota Gafatar. Kevin Aprilio, pemuda berusia 16 tahun juga hilang tak lama setelah Rica. Namun hingga saat ini, Kevin belum kunjung ditemukan polisi. Gafatar menjadi salah satu organisasi terlarang, karena melakukan banyak ritual dan fatwa aneh, seperti melarang salat lima waktu. (via Metrotvnews.com)

Mirna tewas usai minum kopi di Grand Indonesia.
Wayan Mirna, 27 tahun mendadak tewas usai menyeruput kopi Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Kematiannya dianggap tak wajar, apalagi setelah polisi menyiratkan, kopi yang diminum Mirna diduga mengandung bahan beracun. Polisi menduga,  minuman Mirna mengandung korosit. “Diduga zat korosif itu dicerna merusak sistem tubuh yang menyebabkan kematian,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Poliis Musyafak. (via Beritasatu.com)

Ade Komarudin resmi jadi Ketua DPR.
Politikus Partai Golkar, Ade Komarudin resmi gantikan Setya Novanto sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Ia dilantik oleh Wakil Ketua DPR asal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah. Acara pelantikan sempat diwarnai hujan interupsi oleh anggota dewan. Pelantikkan didampingi Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali yang mengambil sumpah atas jabatan Ade sebagai Ketua DPR, hal ini membuat sejumlah pihak yang berada di belakang Ade Komarudin menganggap pelantikannya sah secara hukum dan tak bisa digugat (via Sindonews.com)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post