Kurio Lunch Break: 7 Kisah Tragedi Ledakan Bom di Sarinah
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 7 Kisah Tragedi Ledakan Bom di Sarinah

Kurio Lunch Break: 7 Kisah Tragedi Ledakan Bom di Sarinah

TRENDING

Ledakan terjadi di pos polisi Sarinah. Tiga orang terkapar. Pelaku diduga langsung melarikan diri dan sempat terlibat baku tembak dengan polisi. Akibat aksi teror ini, Jakarta ditetapkan berstatus siaga satu! Lima kisah tragedi ledakan bom di Sarinah kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, Kamis, 14 Januari 2015:

1. Bagaimana kronologi ledakan di pos polisi Sarinah? Satpam Bank Mandiri Tri Feranto mengungkap, ledakan pertama terdengar sekitar pukul 10.30 WIB, sedangkan ledakan kedua terdengar sekitar pukul 10.50 WIB, ledakan ketiga pukul 10.56, ledakan keempat pukul 10.58, ledakan kelima 11.00, dan ledakan keenam 11.02 WIB. Sebanyak 2 kali ledakan di Starbucks, lalu 1 ledakan di pos polisi. “Setelah 3 ledakan itu polisi dan warga sekitar coba bantu korban, tidak lama setelah itu ada penembakan membabi buta dari arah Starbucks ke arah Jalan MH Thamrin tanpa ada targe,” kata Tri. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

2. Usai ledakan di Sarinah, terjadi baku tembak polisi dengan pelaku. Sebuah ledakan terjadi di Jalan MH Thamrin, tepat di seputaran Pos Polisi Sarinah Plaza, Jakarta Pusat. Insiden tersebut terjadi sekira pukul 10.30 WIB. “Iya benar ada ledakan di sana,” ujar Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti saat dikonfirmasi via telepon oleh awak media, Kamis (14/1/2016). Bahkan, sempat terjadi baku tembak antara pelaku dengan polisi di lokasi. “Iya ada baku tembak,” imbuhnya. Baca lengkap beritanya di Sindonews.com >

3. Ledakan di Sarinah, polisi duga aksi bunuh diri. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, ledakan di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016), berasal dari bom. “Terjadi ledakan bom,” kata Anton dalam wawancara denganKompas TV. Ketika ditanya apakah bom bunuh diri, Anton menjawab, “Kemungkinan disinyalir demikian.” Baca lengkap beritanya di Kompas.com >

4. Namun, saksi melihat pelaku lemparkan ransel ke pos polisi. Salah seorang saksi mata melihat pelaku peledakan melemparkan tas ransel ke arah mobil Toyota Fortuner milik polisi di pos polisi dekat Starbucks, Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). Ransel itu kemudian meledak dan merusak pos polisi tersebut. Baca lengkap beritanya di Kompas.com >

5. Bom meledak tiga kali, warga diminta hindari kawasan Sarinah.  Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan meminta masyarakat untuk menghindari kawasan sekitar Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). Imbauan itu menyusul adanya tiga kali ledakan bom di kawasan tersebut. “Kami belum bisa berikan banyak keterangan. Namun, kami meminta agar masyarakat menghindari terlebih dulu kawasan Sarinah supaya tidak ada tambahan korban lagi,” ujarnya. Baca lengkap beritanya di Kompas.com >

6. Pelaku teror diduga lebih dari enam orang. Polisi masih memburu pelaku teror di sekitar kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). Diduga, jumlah pelaku lebih dari empat orang. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan di lapangan, polisi sudah mulai masuk ke Gedung Djakarta Theatre untuk memburu pelaku yang membawa senjata api. Baca lengkap beritanya di Sindonews.com >

7. Bom di Sarinah, rupiah melemah. Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank siang ini, tembus di atas Rp14.000 per dolar AS. Rupiah langsung keok sesaat, setelah ledakan bom dan baku tembak terjadi di pos polisi Sarinah Thamrin sekitar pukul 10.40 pagi ini. Dikutip VIVA.co.id dari data informasi kurs Bank Central Asia (BCA) yang diperbaharui pada pukul 11.32 WIB, Kamis 14 Januari 2016. Dolar AS dijual senilai Rp14.095, dengan kurs beli dipatok Rp13.795. Baca lengkap beritanya di Viva.co.id >