Bytes of the Week: News (31 Desember 2015-8 Januari 2016)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News (31 Desember 2015-8 Januari 2016)

Bytes of the Week: News (31 Desember 2015-8 Januari 2016)

Selamat pagi! Ada banyak hal menarik terjadi di Indonesia dan dunia selama seminggu ini. Berikut lima di antaranya yang mungkin Anda lewatkan.

BOTW

Isu reshuffle kabinet, menteri diintimidasi.
Sejumlah pihak mengembuskan kabar perombakan kabinet. Menteri-menteri berkinerja buruk akan segera diganti. Isu ini makin menguat dengan banyaknya partai yang belakangan merapat ke pemerintahan Jokowi minta jatah kursi. Sejak sinyal itu kian memancar, nama-nama yang dikabarkan akan diganti pun bermunculan. Mereka dinilai tak mampu menjalankan serta menerapkan program Presiden Jokowi yang terkandung dalam Nawacita dan Trisakti Bung Karno. Sejumlah menteri partai politik dikawal pengusungnya, dan ramai-ramai mereka menjatuhkan menteri dari partai lain. (via Liputan6.com)

Tahun berganti, konflik Golkar masih tak berujung.
Konflik sama masih bertengger di dahan partai berlambang beringin, Golkar. Dua kubu, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono sama-sama mengklaim kekuasaan atas Partai Golkar. Hingga saat ini kepengurusan Golkar masih belum diresmikan. Dua kubu telah menggelar Musyawarah Nasional, tapi tak ada satu pun yang tercatat di Kementerian Hukum dan HAM. Jelang akhir pekan, kubu Aburizal Bakrie bermanuver di Dewan Perwakilan Rakyat. Kader yang tak lagi loyal dicabut dari jabatannya, sementara itu, para ‘pengawal’ Setya Novanto diberikan promosi jabatan. (via Merdeka.com)

Hilangnya dokter wanita, diduga ikut Islam radikal.
Seorang dokter di Yogyakarta tiba-tiba menghilang. Kepada suaminya ia meninggalkan surat hendak berjuang di jalan Allah. Hal yang mungkin membuat sebagian dari kita mengerutkan dahi ini dilakukan Rica Tri Handayani, seorang dokter, dan anaknya Zafran Alif Wicaksono (balita), yang pergi meninggalkan rumah. (via Okezone.com)

Hakim biarkan pembakaran hutan, dirisak netizen.
Hakim Parlas Nababan menolak gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menurutnya, apa yang dilakukan perusahaan pembakar hutan, PT Bumi Mekar Hijau (BMH) tidak salah. “Bakar hutan tak merusak lingkungan hidup, karena masih bisa ditanami lagi,” ujar hakim Parlas. Putusan hakim Parlas Nababan atas gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH) dinilai janggal. Dalam putusannya, Parlas menolak seluruh gugatan perdata yang diajukan Kementerian LHK. Maka dari itu, Mahkamah Agung diminta untuk lebih membina para hakimnya dalam menangani kasus-kasus lingkungan. Atas putusannya ini, hakim Parlas dirisak netizen. (via Tribunnews.com)

Korea Utara sukses tes bom hidrogen.
Pekan ini, dunia gempar dengan tes bom hidrogen yang dilakukan oleh Korea Utara. Menurut sejumlah pihak, bom ini jauh lebih berbahaya dari bom atom yang pernah meluluhlantakkan Nagasaki dan Hiroshima pada Perang Dunia II. Survei Geologi di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan perihal gelombang seismik yang dihasilkan bom hidrogen Korut, “Gelombang seismiknya setara dengan gempa 5,1 Skala Richter (SR).” (via Republika.co.id)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.