Kurio Lunch Break: 5 Kisah Rencana Reshuffle Kabinet
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Rencana Reshuffle Kabinet

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Rencana Reshuffle Kabinet

LUNCH BREAK

Sejumlah pihak menghembuskan kabar perombakan kabinet. Menteri-menteri berkinerja buruk akan segera diganti. Isu ini makin menguat dengan banyaknya partai yang belakangan merapat ke pemerintahan Jokowi minta jatah kursi. Lima kisah rencana perombakan kabinet, kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, Kamis, 7 Januari 2015.

1. PDI-Perjuangan minta Jokowi punya landasan kuat untuk rombak kabinet. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam melakukan reshuffle kabinet jilid II harus dilandasi semangat evaluasi kinerja para menteri. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, untuk mengawali tahun 2016, percepatan pembangunan harus dilakukan dan ditopang oleh kabinet yang solid. Baca lengkap beritanya di Sindonews.com >

2. PKB merasa kadernya aman dari perombakan kabinet Jokowi.  Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan meyakini para kader partainya yang duduk di jajaran menteri Kabinet Kerja tidak akan dicopot dari jabatan apabila Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle jilid II. Saat ini, PKB memiliki tiga kursi menteri. Mereka adalah Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Marwan Djafar, Menteri Pemuda dan Olahraga Imama Nahrawi, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri. Baca lengkap beritanya di CNNIndonesia.com >

3. Desakan merombak Jaksa Agung dan Menteri ESDM menguat. Terkait kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi ) akan merombak atau melakukan reshuffle Kabinet Kerja, maka dua anggota kabinet yang dinilai perlu diganti yakni Jaksa Agung HM Prasetyo dan Menteri ESDM Sudirman Said . “Selain itu menteri yang kinerjanya buruk dan tidak bisa mewujudkan Nawacita atau program prioritas Presiden, sudah seharusnya di-reshuffle,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Indo-Strategi, Andar Nubowo. Baca lengkap beritanya di Beritasatu.com >

4. Reshuffle kabinet tak berdasarkan rapor kinerja menteri. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan RB) Yuddy Chrisnandi mengakui kebijakan untuk mengumumkan evaluasi kementerian kepada publik merupakan inisiatifnya pribadi. Walaupun tidak menerima instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo, tetapi Yuddy berdalih arahan semacam itu sudah pernah disampaikan sebelumnya oleh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Baca lengkap beritanya di Rappler.com >

5. Reshuffle akan jadi ujian Jokowi. residen Joko Widodo (Jokowi) sudah menegaskan dirinya tidak bisa diintervensi dan didikte untuk melakukan reshuffle kabinet jilid II. Namun, sikap tegas itu baru bisa dilihat dari hasil perombakan kabinet nanti apakah dilakukan berdasarkan pertimbangan kinerja atau justru sekadar mengakomodasi kepentingan politik. ”Fungsi reshuffle dasarnya dua. Pertama untuk perbaikan kinerja kabinet; dan kedua untuk mengakomodasi politik. Idealnya kedua fungsi diraih. Tapi prinsip dasarnya adalah fungsi pertama (kinerja) harus diutamakan. Di situlah ujian bagi Pak Jokowi yang akan kita lihat,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Baca lengkap beritanya di Koran-Sindo.com >