Kurio Lunch Break: 5 Kisah Hakim yang Biarkan Pembakaran Hutan
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Hakim yang Biarkan Pembakaran Hutan

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Hakim yang Biarkan Pembakaran Hutan

LUNCH BREAK

Hakim Parlas Nababan menolak gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menurutnya, apa yang dilakukan perusahaan pembakar hutan, PT Bumi Mekar Hijau (BMH) tidak salah. Lima kisah hakim yang membiarkan pembakaran hutan kami ringkas di Kurio Lunch Break, 6 Januari 2016:

1. “Bakar hutan tak merusak lingkungan hidup, karena masih bisa ditanami lagi,” ujar hakim Parlas. Putusan hakim Parlas Nababan atas gugatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH) dinilai janggal. Dalam putusannya, Parlas menolak seluruh gugatan perdata yang diajukan Kementerian LHK. Maka dari itu, Mahkamah Agung diminta untuk lebih membina para hakimnya dalam menangani kasus-kasus lingkungan. Baca lengkap beritanya di Kompas.com >

2. DPR sebut putusan Parlas Nababan ngaco. Komisi IV DPR RI mengaku terkejut dengan putusan hakim Parlas Nababan menolak gugatan Kementerian Lingkungan Hidup pada PT Bumi Mekar Hijau (BMH) atas kasus pembakaran hutan. Baca lengkap beritanya di Republika.co.id >

3. Logika hakim Parlas dianggap konyol. Keputusan Pengadilan Negeri Palembang menolak gugatan perdata yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH), anak perusahaan salah satu perusahaan kertas terbesar di dunia, Asia Pulp and Paper (APP) senilai Rp7,8 triliun, terus dipersoalkan. Apalagi, alasan yang disampaikan Ketua Majelis Hakim Parlas Nababan tidak masuk akal dan cenderung konyol. Baca lengkap beritanya di RMOL.co >

4. Meme merisak hakim Parlas beredar di media sosial. Tentu saja putusan Hakim Parlas Nababan ini dikecam banyak orang termasuk netizen yang aktif di media sosial. Mereka mengecam putusan tersebut karena dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan tersebut telah menyiksa masyarakat dan menelan puluhan korban jiwa. Mulai dari anak-anak, balita hingga orang dewasa. Baca lengkap beritanya di Brilio.net >

5. Dirisak di internet, hakim Parlas santai. Banyaknya meme bernada cemoohan itu ditanggapi santai oleh Parlas dan dia merasa tak perlu menganggap berlebihan meme dirinya yang beredar di dunia maya. “Biarkan saja itu,” ujar Parlas. Baca lengkap beritanya di Tribunnews.com >