Kurio Lunch Break: 5 Kisah Kisruh Golkar di Awal Tahun
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Kisruh Golkar di Awal Tahun

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Kisruh Golkar di Awal Tahun

LUNCH BREAK

Tahun berganti, konflik sama masih bertengger di dahan partai berlambang beringin, Golkar. Dua kubu, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono sama-sama mengklaim kekuasaan atas Partai Golkar. Lima kisah kisruh Partai Golkar kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, 4 Januari 2016:

1. Saat ini, belum ada kepengurusan resmi Partai Golkar. Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum ada kepengurusan yang secara resmi dan sah mewakili Partai Golkar. Menurut Refly, sejak Menkumham mencabut SK Kepengurusan Partai Golkar hasil Musyarawarah Nasional (Munas) Ancol, maka Partai Golkar tidak ada yang secara resmi tercatat di Kemkumham. Apalagi, Kepengurusan hasil Munas Riau sudah habis masa berlakunya. Baca lengkap beritanya di Beritasatu.com >

2. Hanya Mahkamah Partai yang bisa sahkan kepengurusan partai. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Musyawarah Nasional (Munas) Riau, Akbar Tandjungberharap rekonsiliasi partainya melalui Munas segera digelar. Hal tersebut demi menyambut Pilkada serentak tahap dua pada 2017 yang akan datang. “Sekarang saja sudah Januari 2016. Kita ini harus konsolidasi. Tidak hanya di pusat, tetapi di tingkat I dan II,” ujar Akbar. Baca lengkap beritanya di Tribunnews.com >

3. Munas Golkar perlu segera digelar. Akbar prihatin atas pencapaian Golkar pada Pilkada serentak tahap pertama, 9 Desember 2015 lalu. Dari 116 pertarungan Pilkada yang diikuti, partainya hanya mampu meraih 18 persen kemenangan, jauh dari target partainya. Baca lengkap beritanya di Tribunnews.com >

4. Munas tak digelar kedua kubu berbarengan, Golkar habis! Juru bicara DPP Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional di Ancol, Leo Nababan, meminta Aburizal Bakrie dan Agung Laksono duduk bersama guna menyelenggarakan musyawarah nasional Partai Golkar sebelum Oktober 2016. Hal itu sesuai dengan keputusan Mahkamah Partai. Baca lengkap beritanya di Suara.com >

5. Konflik internal rusak regenerasi partai. Juru Bicara Poros Muda Partai Golkar Andi Sinulingga meminta agar kubu Munas Bali dan Munas Ancol untuk bersikap sama-sama legowo demi tuntasnya konflik internal Partai Golkar. “Tentu saja kita juga mendorong supaya senior-senior yang ada di (munas) Ancol jugalegowo untuk bisa berunding. Begitu juga di kubu munas Bali,” kata Juru Bicara Poros Muda Partai Golkar Andi Sinulingga. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

 

Related Post