Kurio Lunch Break: 5 Kisah Setelah Setya Novanto 'Pergi'
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Setelah Setya Novanto ‘Pergi’

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Setelah Setya Novanto ‘Pergi’

Ketua DPR Setya Novanto akhirnya mundur dari jabatannya. Ia menyampaikan pengunduran dirinya lewat surat yang dibacakan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan kemarin malam. Lima kisah usai pengunduran diri Setya Novanto, kami ringkas di Kurio Lunch Break, Kamis. 17 Desember 2015

1. Setya resmi mengundurkan diri, kasus ditutup. Belum selesai anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menggelar sidang putusan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto, kehebohan baru muncul. Baca lengkap beritanya di Beritagar.com >

2. Setya Novanto dianggap mundur karena terjepit, bukan legawa. undurnya Setya Novanto (SN) dari jabatannya sebagai Ketua DPR dinilai terlambat. “Mundunya SN dari jabatannya saat MKD hampir menjatuhkan sanksi padanya sudah terlambat, karena publik memandang bahwa SN tidak merasa bertindak tidak etis dan justru Partai Golkar ingin membentengi dan melindunginya,” ujar Umbu Rauta, pengamat hukum. Baca lengkap beritanya di Beritasatu.com >

3. Pengganti Setya Novanto tetap dari Golkar. Setelah Setya Novanto dari Fraksi Partai Golkar mundur dari jabatan ketua DPR, Rabu (16/12) malam, mendahului vonis final Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR yang mengadilinya dalam kasus “Papa Minta Saham”, terjadi kekosongan jabatan pada pucuk pimpinan lembaga legislatif. Baca lengkap beritanya di Beritasatu.com >

4. Usai mundur, Setya Novanto minta maaf pada rakyat Indonesia. Setya Novanto meminta maaf setelah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR pada Rabu 16 Desember 2015 malam. Hal itu dilakukan Novanto menjelang putusan dugaan pelanggaran etika terkait pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia, Rabu 16 Desember 2015. Baca lengkap beritanya di Sindonews.com >

5. Golkar siapkan tiga kandidat pengganti Novanto. Wakil Ketua Umum Golkar kubu Aburizal Bakrie, Fadel Muhammad, mengatakan ada tiga nama yang dapat menggantikan posisi Ketua DPR Setya Novanto. Hal itu ia sampaikan sebelum Setya Novanto menyerahkan surat pengundurannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan DPR malam ini, Rabu (16/12). Baca lengkap beritanya di CNNIndonesia.com >

Related Post