Kurio Lunch Break: 5 Cerita Jelang Putusan Setya Novanto
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Cerita Jelang Putusan Setya Novanto

Kurio Lunch Break: 5 Cerita Jelang Putusan Setya Novanto

Mahkamah Kehormatan Dewan akan memutuskan nasib Setya Novanto hari ini. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar tersebut sebelumnya dituduh menyalahgunakan wewenangnya demi kepentingan pribadi dalam kasus saham PT Freeport Indonesia. Lima cerita jelang putusan Setya Novanto, kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, Rabu, 16 November 2015:

1. Sidang putusan MKD digelar tertutup. Mahkamah Kehormatan Dewan memutus kasus ‘papa minta saham’ yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto, Rabu 16 Desember. Sidang putusan akan digelar tertutup. “Tapi, pengumuman putusannya terbuka,” kata Ketua MKD Surahman Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2015). Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

2. MKD didesak beri sanksi pada Setya Novanto. Desakan dari internal DPR agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menjatuhkan sanksi kepada Ketua DPR Setya Novanto semakin menguat. Menurut rencana, MKD akan memutus perkara dugaan pelanggaran kode etik Novanto dalam rapat pleno tertutup, Rabu (16/12/2015) siang. Baca lengkap beritanya di Kompas.com >

3. Bela Novanto habis-habisan, Wakil Ketua MKD dirisak netizen. ara Netizen ramai mengkritik sikap Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Kahar Muzakir yang membela Ketua DPR Setya Novanto saat sidang etik agenda pemeriksaaan saksi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

4. Fraksi-fraksi DPR sepakat ingin Novanto mundur, kecuali PKS. Seluruh perwakilan fraksi di DPR, kecuali Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menuntut Setya Novanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPR. Pasalnya, banyak yang beranggapan putusan MKD yang dibacakan pada Rabu, 15 Desember 2015 tidak akan adil. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

5. Didesak mundur, Novanto kukuh tak langgar kode etik. Kuasa Hukum Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, Firman Wijaya, mengatakan kliennya tetap merasa tidak melanggar kode etik terkait kasus dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

Related Post