Kurio Lunch Break: 5 Cerita Laporan Setya Novanto ke Polisi
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Cerita Laporan Setya Novanto ke Polisi

Kurio Lunch Break: 5 Cerita Laporan Setya Novanto ke Polisi

Setya Novanto melaporkan sejumlah pihak ke Mabes Polri. Setelah sebelumnya berencana berniat melaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Sudirman, kemarin, ia melaporkan Pemimpin Redaksi Metro TV, Putra Nababan ke Bareskrim Polri. 5 cerita laporan Setya Novanto ke Polisi kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, 15 Desember 2015:

1. Putra Nababan dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. “Kami melaporkan pemimpin redaksi Metro TV,” kata Nasution, Gedung Bareskrim, Jakarta, Senin (14/12). Laporan itu terdaftar dengan Tanda Bukti Lapor Nomor TBL/886/XII/2015/Bareskrim. Baca lengkap beritanya di Republika.co.id >

2. Pemimpin Redaksi Metro TV belum menerima informasi pelaporan tersebut. “Saya belum terima informasi apapun terkait laporan itu. Tapi itu hak dia (Novanto). Setiap warga negara kan memiliki hak melaporkan apa yang tidak diinginkannya,” ujar Putra. Namun, Putra menegaskan bahwa apa yang dilakukan Metro TV adalah bagian dari kerja pers yang tentunya sejalan dengan undang-undang dan kode etik jurnalistik. Baca lengkap beritanya di Tribunnews.com >

3. Tak hanya bos media, Setya Novanto pun laporkan Sudirman Said. Sudirman dilaporkan atas tuduhan dugaan pemalsuan bukti rekaman yang diberikan kepada Majelis Kehormatan Dewan (MKD). Laporan ini sudah dibuktikan dengan laporan polisi nomor LP/1391/XII/2015/Bareskrim tertanggal 14 Desember 2015.Sudirman Said dilaporkan terkait UU ITE No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

4. Laporan Setnov pada Metro TV harus ditolak polisi. Laporan Ketua DPR Setya Novanto atas  Pemred MetroTV Putra Nababan ke Mabes Polri tak bisa diterima. Alasannya, laporan tersebut cacat dan tidah sah berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK itu diketok pada Kamis (10/12/2015) dan memutuskan bahwa pejabat yang merasa terhina harus lapor sendiri, tidak boleh diwakilkan. Baca lengkap beritanya di Pojoksatu.com >

5. Setya Novanto juga akan laporkan Jaksa Agung ke polisi. Ketua DPR Setya Novanto terus melawan terkait tudingan meminta saham Freeport dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Setelah melaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Novanto juga akan melaporkan Jaksa Agung HM Prasetyo, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, hingga stasiun berita Metro TV. Baca lengkap beritanya di Tribunnews.com >

Related Post