Kurio Lunch Break: 5 Cerita Rencana Sidang Setya Novanto
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Cerita Rencana Sidang Setya Novanto

Kurio Lunch Break: 5 Cerita Rencana Sidang Setya Novanto

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dianggap melakukan pelanggaran kode etik terkait kasus pencatutan nama presiden. Setya ‘menjual’ nama Joko Widodo dan Jusuf Kalla ketika bertemu dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia bersama seorang pengusaha minyak. Rupanya pertemuan tak etis itu direkam dan hasil rekamannya disampaikan pada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Sudirman langsung melaporkan kasus ini pada Majelis Kehormatan Dewan yang didesak publik untuk segera menyidang Setya. Lima cerita rencana sidang Setya Novanto, kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, Selasa, 24 November 2015.

MKD didesak segera periksa Setya Novanto. Pengamat hukum tata negara dari Universitas Indonesia, Satya Arinanto, menyarankan Mahkamah Kehormatan Dewan segera memeriksa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. Menurut dia, substansi pengaduan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said terkait dengan pemeriksaan Setya Novanto harus dilakukan dari sisi etika maupun hukum. Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

Majelis Kehormatan Dewan dianggap mengulur waktu menyidang Setya. Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono Ace Hasan Syadzily menilai Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terjebak persoalan prosedur teknis ketimbang substansi yang dituntut publik terkait pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla oleh Ketua DPR Setya Novanto terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Alasan MKD yang mempermasalahkan legal standing Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pelapor pun disebut tak kuat. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

Rekaman sepanjang 11 menit terkait percakapan Setya dan Presdir PT Freeport Indonesia disampaikan ke MKD. Dalam rapat yang berjalan alot dan tertutup tersebut, MKD akhirnya memutuskan untuk menangguhkan pleno hingga besok (hai ini). Sebab, dari transkipan dan rekaman yang diberikan oleh Sudirman Said ada perbedaan waktu yang sangat mencolok. Pasalnya, dari 120 menit yang dilaporkan Sudirman Said hanya 11,38 menit yang terekam dalam flashdisk yang diserahkan. Baca lengkap beritanya di Kontan.co.id >

Sidang MKD harus libatkan orang luar. Ketua Setara Institute Hendardi mengemukakan sidang terhadap Ketua DPR Setya Novanto (SN) tidak cukup hanya melibatkan anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tetapi harus melibatkan unsur masyarakat. Hal itu sesuai perintah Tata Tertib (Tatib) DPR yang menyatakan majelis MKD terdiri dari 3 orang anggota MKD dan 4 orang unsur masyarakat. Baca lengkap beritanya di Beritasatu.com >

Netizen desak keterbukaan MKD dalam kasus Setya Novanto. Media sosial riuh dengan desakan agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menggelar sidang terbuka dalam kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, seputar perpanjangan kontrak Freeport. Baca lengkap beritanya di Beritagar.com >

Related Post