Bytes of the Week: News (14-20 November 2015)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News (14-20 November 2015)

Bytes of the Week: News (14-20 November 2015)

Selamat pagi! Ada banyak berita penting terjadi selama seminggu ini. Berikut lima di antaranya yang mungkin Anda lewatkan.

Teror di Prancis, 140 tewas akibat serangan ISIS.
Serangan mematikan dan terencana terjadi di Paris, Prancis pada Ahad (15/11). Setidaknya, 140 orang meninggal karena serangan tersebut, 99 lainnya berada dalam kondisi kritis. Serangan yang terjadi di beberapa tempat, seperti stadion Stade de France, tempat pertunjukan Batlacan, dan beberapa restoran ini diklaim dilakukan oleh ISIS. Dilaporkan sebelum melakukan serangan, para pelaku yang berjumlah sekitar sembilan orang ini meneriakkan kata-kata, “Demi Suriah!” sambil menyebutkan nama Tuhan. Tujuh dari sembilan pelaku meledakkan diri dalam serangan tersebut, satu lainnya berhasil ditembak mati polisi. Sementara itu, satu terduga pelaku lain, Abdelhamid Abaaoud masih menjadi buron setelah lolos dari kepungan polisi. Akibat serangan tersebut, dunia berduka dan menunjukkan solidaritas untuk Prancis (via Liputan6.com)

Desah meresahkan di pesawat Lion Air.
Seorang penumpang melaporkan tindakan tak terpuji yang dilakukan seorang pilot Lion Air. Dalam penerbangan dari Surabaya ke Denpasar pada Sabtu lalu, terdengar suara desahan dari dalam kokpit pesawat. Suara tersebut muncul tak lama usai pilot pesawat memberi pengumuman mengejutkan lewat pengeras suara pesawat. Pilot tersebut memberi penawaran pramugari janda yang saat itu tengah bertugas sebagai kompensasi keterlambatan penerbangan. Tak terima dengan perlakuan kru maskapai swasta nasional bertarif rendah tersebut, Lambertus dan beberapa penumpang lain akhirnya memutuskan untuk mengklarifikasi langsung dengan pilot dan kopilot sesampainya di Ngurah Rai, Denpasar. Tapi apa daya, pilot yang bertanggung jawab selama penerbangan tersebut menolak untuk menemui penumpangnya (via Liputan6.com)

Lobi licin Setya Novanto di proyek Freeport.
Setya Novanto dilaporkan pada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR. Alasannya, Setya diduga melakukan lobi liar dengan manajemen Freeport Indonesia. Ia diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla demi kepentingan ekonominya sendiri. Tak hanya panggilan komite etik, Setya juga terancam diperiksa Jaksa Agung terkait aksi ilegalnya ini. Belakangan, Setya yang awalnya membantah, membenarkan pertemuan ini. “Mengenai perpanjangan itu, kalau saya ingat 27 April 2015. Jadi pembangunan struktur itu minta tolong dibantu kalau bisa jangan di Papua, kalau bisa dibangun di Gresik. Karena kalau di Gresik itu sudah siap segala sesuatu infrastrukturnya. Kalau di Papua itu masih belum bisa karena infrastrukturnya belum siap,” ujarnya (via Liputan6.com)

Setahun Ahok di Jakarta, masih dibayang-bayangi Jokowi?
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama genap setahun memimpin Jakarta. Banyak gebrakan yang dilakukannya, seperti penggusuran perkampungan pinggir kali di Kampung Pulo. Namun keberhasilannya ini disebut sejumlah pihak masih berada di bawah bayang-bayang Presiden RI Joko Widodo. Saat bekerja sama, Ahok dan Jokowi sangat kompak sejak keduanya sama-sama memimpin DKI Jakarta. Meskipun saat ini Jokowi sudah menjadi orang nomor satu di Indonesia, kemesraan dan kekompakan keduanya pun masih terlihat dalam mengatasi persoalan Jakarta. Ahok pun mengakui dalam setahun masa kepemimpinannya, mantan pasangannya itu masih sering membantu menyelesaikan masalah di ibukota (via Merdeka.com)

Sindir Setya Novanto, Jokowi berkelakar “Papa Minta Saham”.
Dalam sambutannya di acara Konvensi Nasional Humas 2015, Joko Widodo menyindir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. Setya sebelumnya dikabarkan mencatut nama Jokowi demi kepentingan pribadi dalam kasus perpanjangan kontrak Freeport. Seperti tak senang dengan pencatutan tersebut, Jokowi berkelakar, “Ada trending topic, ‘Papa minta pulsa’ diganti jadi ‘Papa minta saham.'” Jokowi selanjutnya menyerahkan masalah ini ke Majelis Kehormatan DPR. “Kan sudah saya sampaikan kita harus menghormati proses di MKD. Sekali lagi kita harus menghormati MKD,” ujarnya. Tak hanya masalah etika yang mengancam Setya, namun juga pidana. Bisa jadi, kasus penangkapan tersangka penipuan ‘Mama Minta Pulsa’ juga terjadi pada pelaku ‘Papa Minta Saham’. (via Merdeka.com)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post