Bytes of the Week: News (7-13 November 2015)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News (7-13 November 2015)

Bytes of the Week: News (7-13 November 2015)

Selamat pagi! Ada banyak berita penting selama seminggu ini. Berikut lima di antaranya yang mungkin Anda lewatkan.

Kemenangan demokrasi di Myanmar.
Partai Liga Nasional untuk Demokrasi memenangkan pemilu di Myanmar dengan raihan 80 persen kursi di majelis rendah, tinggi, dan regional di Myanmar. Kemenangan Suu Kyi ini menghentikan kekuasaan otoriter yang telah berlangsung di Myanmar selama 25 tahun terakhir. “Selamat kepada Aung San Suu Kyi dan partainya karena telah mengumpulkan dukungan dari rakyat,” bunyi keterangan pers pemerintah petahana Myanmar. Kemenangan Suu Kyi juga merupakan kemenangan besar rakyat Myanmar. Pesta demokrasi di negara yang juga dikenal dengan nama Burma tersebut berjalan lancar, hal ini mendapat pujian dan selamat dari sejumlah negara di dunia, warga Myanmar pun boleh berpesta pora menyambut kemenangan demokrasi di negara tersebut. (via Liputan6.com)

‘Mama-mama’ peminta pulsa ditangkap polisi.
Gara-gara ‘mama minta pulsa’, Effendi punya rumah mewah, koleksi mobil, dan motor di kampung halamannya. Tapi gara-gara ini pula, Effendi harus mendekam di penjara. Maklum, dalam sehari omzetnya bisa mencapai Rp3-7 juta per hari. “Setornya per hari. Biasanya sehari Rp3 juta. Kebanyakan Rp7 juta. Tapi kebanyakannya juga enggak ada [hasil],” ucap bos sindikat, Effendi. Akibat tindak penipuan tersebut, Effendi dan kawan-kawan terancam dijerat pasal berlapis. Selain pasal 378 tentang penipuan, tersangka juga terancam dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pasal TPPU diterapkan kepada tersangka lantaran hasil penipuan yang dilakukan tersangka terbilang sangat fantastis. “Terhadap pelaku, kami jerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan, ditambahkan TPPU,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum dari Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Minggu, 8 November 2015. (via Viva.co.id)

Feminis Indonesia keturunan Keraton Yogya meninggal dunia.
Gusti Nurul, salah satu tokoh sepuh keraton Mangkunegaran meninggal dunia pada umur 94 tahun. Semasa hidup, ia dikenal sebagai seorang feminis yang menolak poligami. Tak tanggung, lelaki yang ditolak kasihnya adalah Presiden Soekarno. Selain itu, Nurul yang berparas ayu punya kemahiran lain seperti menari dan berorganisasi. Ia pernah menari di hadapan Ratu Belanda dan berperan mendirikan stasiun radio pertama di Indonesia. Semasa muda, Gusti Nurul didamba tokoh-tokoh besar Indonesia seperti Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX, Sutan Sjahrir dan Kolonel GPH Djatikusumo. Pada saat itu Soekarno orang nomor satu di republik, Sultan HB IX orang nomor satu di Yogyakarta, Sutan Sjahrir perdana menteri dan Djatikusumo adalah panglima tentara (KSAD). (via Merdeka.com)

Salah transfer, nasabah bank mendadak jadi miliarder.
Dua nasabah bank nasional tiba-tiba jadi miliarder. Di Kalimantan Barat, seorang pengusaha tempat biliar tiba-tiba mendapat transfer Rp5 miliar dari sebuah bank. Di Bali, nasabah lain mendapat duit Rp1,5 miliar usai bertransaksi di Bandara Ngurah Rai, Bali. Suparman, nasabah BNI yang mendapat transfer nyasar sebanyak Rp5 miliar, mengaku tidak memiliki pengetahuan tentang perbankan. Ia kaget ketika mendapat transferan uang miliaran ke rekeningnya. Karena ‘kaget’ ia langsung menyalurkan sebagian uang tersebut pada kawan-kawannya. Di Bali, kejadian serupa juga terjadi, seorang nasabah bernama Nanang Indra Kurniawan menarik uang tunai menggunakan kartu ATM Commonwealth Bank menggunakan mesin ATM Bank Mandiri di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali.  Tanpa diduga, Nanang mendadak “kaya” karena saldo di rekeningnya menjadi Rp1,5 miliar. (via Merdeka.com)

Terpisah dari Jawa, Madura ingin jadi provinsi sendiri.
Tokoh masyarakat menginisasi Provinsi Madura. Mereka ingin memisahkan diri karena kecewa atas kinerja Provinsi Jawa Timur. Namun di sisi lain, Madura sama sekali belum memenuhi syarat untuk menjadi daerah otonom. Pro-kontra pembentukan Madura sebagai provinsi ini akan dibawa pemerintah untuk dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat. Salah satu anggota dewan, Fahri Hamzah percaya bila Madura bisa jadi provinsi sendiri. “Orang Nusa Tenggara Barat saja mampu, apalagi Madura. Banyak orang nekat di sana,” kata Fahridi Gedung DPR RI, (via Merdeka.com)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post