Kurio Lunch Break: 5 Kisah Sepeninggal Gusti Nurul
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Sepeninggal Gusti Nurul

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Sepeninggal Gusti Nurul

Gusti Nurul, salah satu tokoh sepuh keraton Mangkunegaran meninggal dunia pada umur 94 tahun. Semasa hidup, ia dikenal sebagai seorang feminis yang menolak poligami. Tak tanggung, pria yang ditolak kasihnya adalah Presiden Soekarno. Selain itu, Nurul yang berparas ayu punya kemahiran lain seperti menari dan berorganisasi. Ia pernah menari di hadapan Ratu Belanda dan berperan mendirikan stasiun radio pertama di Indonesia.

1. Gusti Raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani meninggal di umur 94 tahun. Gusti Nurul merupakan putri Mangkunegara VII dengan Gusti Ratu Timoer, putri Sultan Hamengku Buwono VII. Dia dikenal sebagai salah satu tokoh yang membidani berdirinya stasiun radio pertama di Indonesia yang diberi nama Solosche Radio Vereeniging. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

2. Gusti Nurul dikebumikan di makam trah Mangkunegaraan. “Para kerabat sedang menyiapkan kepanitiaan untuk acara penghormatan besok. Jadi, kerabat bisa datang melayat sebelum diberangkatkan ke Astana Giri Layu pada pukul 11.30,” ujar Plt Pengageng Modropuro, Supriyanto Waluya. Baca lengkap beritanya di Kompas.com >

3. Semasa muda, Gusti Nurul didamba tokoh-tokoh besar Indonesia. Sebagai seorang putri keraton, Gusti Nurul juga mahir menari. Tahun 1937,dia diundang ke Belanda untuk menari di pernikahan Putri Juliana.  Ratu Wilhelmina yang kagum pada Gusti Nurul memberinya gelar kembang dari Mangkunegara. Dengan berbagai kelebihan ini, tak heran Gusti Nurul menjadi primadona. Sedikitnya, ada empat tokoh bangsa yang menjadi penggemar dan berlomba mendapatkan Gusti Nurul. Mereka adalah Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX, Sutan Sjahrir dan Kolonel GPH Djatikusumo. Pada saat itu Soekarno orang nomor satu di republik, Sultan HB IX orang nomor satu di Yogyakarta, Sutan Sjahrir perdana menteri dan Djatikusumo adalah panglima tentara (KSAD). Baca lengkap beritanya di Brilio.net >

4. Gusti Nurul dikenal sebagai seorang feminis. Gusti Nurul semasa hidupnya dikenal memiliki pemikiran yang modern di zamannya. Meski hidup di tembok keraton yang sangat menjunjung nilai-nilai, Gusti Nurul tetap melakukan aktivitas-aktivitas yang dianggap tabu saat itu, salah satu contoh adalah olahraga berkuda dan renang. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

5. Semasa hidup, Gusti Nurul berperan dalam dunia siaran radio di Indonesia. Salah satu tokoh sepuh Pura Mangkunegaran, Solo, Gusti Raden Ayu Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemawardhani, wafat di usia 94 tahun, Selasa, 10 November 2015. Tokoh yang banyak berperan dalam pendirian stasiun radio pertama di Indonesia itu meninggal di kediamannya yang berada di Bandung. Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

Related Post