Kurio Lunch Break: 5 Kisah Pemilu Pertama di Myanmar
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Pemilu Pertama di Myanmar

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Pemilu Pertama di Myanmar

Myanmar menggelar pemilihan umum demokratis pertamanya dalam waktu 25 tahun terakhir. Partai yang dikomandoin Aung San Suu Kyi dijagokan memenangi pemilihan dan dianggap siap mengubah wajah Myanmar di kancah politik internasional.

1. Partai San Suu Kyi sementara unggul dalam pemilu. Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi unggul dalam penghitungan suara sementara Pemilu Myanmar. San Suu Kyi berhasil menghimpun 80% suara dari 30 juta pemilih negara itu. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

2. Partai berkuasa akui ketinggalan jumlah suara. “Kami menang di beberapa daerah, provinsi, dan kabupaten, tapi juga kehilangan di beberapa wilayah lainnya,” ucap Htay Oo, ketua partai berkuasa, kepada stasiun televisi lokal. Baca lengkap beritanya di Tempo.co >

3. 30 juta penduduk terlibat dalam pemilihan umum di Myanmar. Lebih dari 30 juta pemilih memberikan suaranya pada pemilu kemarin. Pesta demokrasi ini diharapkan menjadi pemilu paling bebas dan adil pertama, sepanjang sejarah negeri itu. Sekitar 6.000 kandidat dari 93 partai politik bersaing memperebutkan 1.142 kursi di parlemen nasional, regional, dan negara bagian di Myanmar. Ini merupakan pemilu pertama di negara itusejak2010, saat pemerintahan saat ini dapat berkuasa melalui pemilu yang dianggap Barat tidak bebas dan adil. Pemilu kemarin digelar setelah kampanye selama dua bulan terakhir dan menjadi ajang pertarungan dua partai terbesar yakni Partai Persatuan Pembangunan dan Solidaritas (USDP) yang berkuasa dan oposisi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi. Baca lengkap beritanya di Koran-Sindo.com >

4. Dapatkah pemilu Myanmar mengubah nasib Rohingnya. Pemungutan suara dalam pemilhan umum Myanmar, Minggu 5 November, merupakan pemilihan pertama yang terbuka di negara itu dalam 25 tahun belakangan. Bagaimanapun, warga etnis Rohingnya yang beragama Islam tidak memiliki hak untuk memberikan suara. Baca lengkap beritanya di Viva.co.id >

5. Apa harapan Indonesia dalam pemilu Myanmar? “Kita menyambut baik telah dilaksanakanya proses demokrasi,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, di kantornya, Senin (9/11/2015). Tak cuma menyambut baik, pemerintah pun memuji pelaksanaan pemilu di Myanmar. Pujian ini dilontarkan karena pemilihan umum itu bisa berjalan dengan lancar dan disertai jumlah pemilih yang sangat tinggi. “Dari laporan yang kita terima dari media juga bahwa dari segi partisipasi cukup besar, cukup tinggi,” papar dia. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

Related Post