Kurio Lunch Break: 5 Kisah Penipuan Mama Minta Pulsa
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Kisah Penipuan Mama Minta Pulsa

Kurio Lunch Break: 5 Kisah Penipuan Mama Minta Pulsa

Gara-gara ‘Mama minta pulsa’, Effendi punya rumah mewah, koleksi mobil dan motor di kampung halamannya. Tapi gara-gara ‘Mama minta pulsa’ pula, Effendi kini harus mendekam di dalam penjara. Lima cerita usai penangkapan bos sindikat penipuan ‘Mama minta pulsa’ kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, Senin, 9 November 2015.

1. Omzet mencapai Rp 3-7 juta per hari. “Setornya per hari. Biasanya sehari Rp 3 juta. Kebanyakan Rp 7 juta. Tapi kebanyakannya juga enggak ada (hasil),” ucap bos sindikat, Effendi. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

2. Effendi koleksi kendaraan di kampung halamannya. Effendi yang tinggal di Kota Malili, Sumatera Selatan, mendadak jadi jutawan karena berhasil menipu masyarakat yang lugu. Dari hasil kejahatannya, ia mampu membeli 2 buah mobil merek Honda CR-V dan Toyota Avanza Veloz. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

3. Tak hanya mobil, Effendi juga punya rumah mewah dari hasil menipu. Kepada penyidik, Effendi mengaku bahwa rumah mewah yang ditempatinya saat ini dibangun bukan hanya dari uang pribadinya, tapi ada andil dari mertua juga. Effendi mengatakan bahwa rumah panggung berornamen kayu jati itu dibangun dengan biaya Rp 200 juta. Selain itu, dia juga mengaku rumah yang memiliki luas bangunan 200 meter persegi dan luas lahan sekitar 600 meter persegi itu tidak hanya ditinggali keluarganya, tapi ada juga orang lain. Baca lengkap beritanya di Merdeka.com >

4. Kelompok Effendi manfaatkan ketakutan dan kepanikan korban. Effendi menuturkan, kelompoknya lebih sering ‎memanfaatkan masyarakat yang mudah panik. Mereka memberikan informasi fiktif, terkait kecelakaan maupun situasi genting lainnya yang diklaim dialami salah seorang keluarga korban atau target penipuan. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

5. Pelaku akan dijerat pasal berlapis. Selain pasal 378 tentang penipuan, tersangka juga terancam dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pasal TPPU diterapkan kepada tersangka lantaran hasil penipuan yang dilakukan tersangka terbilang sangat fantastis. “Terhadap pelaku, kami jerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan, ditambahkan TPPU,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum dari Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Minggu 8 November 2015. Baca lengkap di Viva.co.id >

Related Post