Bytes of the Week: News & Business (31 Oktober-6 November 2015)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News & Business (31 Oktober-6 November 2015)

Bytes of the Week: News & Business (31 Oktober-6 November 2015)

Selamat pagi! Ada banyak berita penting selama seminggu ini. Berikut lima di antaranya yang mungkin Anda lewatkan.

Gus Dur segera jadi Pahlawan Nasional.
Mantan Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid akan segera ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Tokoh yang akrab disapa Gus Dur tersebut lulus kajian kelayakan kepahlawanan  dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP). Dari Dewan Gelar sudah selesai tinggal menunggu saat proses penganugerahan,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Gus Dur dianggap sebagai tokoh pluralisme terpenting di era sejarah modern Indonesia. Di kancah politik, Gus Dur dianggap berjasa kala menjadi presiden karena memberi grasi pada sejumlah tahanan politik di era Orde Baru. Selain menjadi presiden, jabatan mulia dalam kehidupannya adalah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama. (via Viva.co.id)

Partai Golkar rujuk, sepakat dukung Jokowi-Jusuf Kalla.
Dua kubu partai Golkar sepakat untuk rujuk. Tak hanya berdamai, mereka juga sepakat untuk mempersiapkan kemenangan di sejumlah pemilihan kepala daerah yang akan digelar serentak akhir tahun ini. Satu poin kesepakatan lain dari acara Silaturahmi Nasional ini adalah, keduanya sepakat untuk mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Inilah langkah yang disebut-sebut bakal menjadi awal bersatunya kubu Aburizal Bakrie (Ical) dengan kubu Agung Laksono. Dalam silatnas itu Ical dan Agung antara lain menyepakati: Golkar mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut Agung, posisi Golkar adalah “loyal kritis”. Maksudnya, Golkar loyal kepada pemerintah, namun tetap akan mengkritik jika ada hal-hal yang dirasa tak benar (via Beritagar.id).

Fitnah foto pertemuan Jokowi dan suku Anak Dalam.
Kunjungan Jokowi ke Jambi, demi menemui suku Anak Dalam menimbulkan polemik. Foto hasil pertemuan tersebut dianggap direkayasa, seolah Jokowi melakukan pencitraan berpura-pura menyelamatkan suku Anak Dalam yang harus mengungsi karena kabut asap. Pemerintah pun langsung bereaksi. Pihak Istana menganggap pemutarbalikan fakta atas foto itu merupakan upaya pembunuhan karakter yang dilakukan pihak-pihak yang berupaya menghambat kerja pemerintah. “Karena apa pun, Presiden Jokowi secara sungguh-sungguh ingin mengangkat persoalan suku Anak Dalam tanpa pretensi apa-apa. Dan kemudian dilakukan semacam character assassination kepada Presiden,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung (via Liputan6.com)

Gunung Barujari meletus, tiga bandara ditutup.
Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani meletus. Abu hasil letusan menyebabkan sejumlah warga mengungsi dan penerbangan-penerbangan dibatalkan. Gunung Barujari yang berada di dalam Kaldera Gunung Rinjani masih mengalami kegempaan dan letusan. Bahkan intensitas erupsi kini semakin tinggi. Abu vulkanik dari erupsi anak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, kini mengarah ke Jawa Timur. Akibatnya, Bandara Ngurah Rai Bali dan dua bandara lain ditutup pada pada Rabu (4/11/2015). Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakanjumlah penduduk yang tinggal di kawasan rawan bencana erupsi Gunung Rinjani adalah 33.700 jiwa. Mereka terdiri dari 3 bagian yaitu kawasan rawan bencana I berjumlah 13.800 jiwa, kawasan rawan bencana II berjumlah 14.700 jiwa, dan kawasan rawan bencana III berjumlah 5.300 jiwa. “Masyarakat diimbau tetap tenang. Dilarang ada aktivitas masyarakat di dalam radius 3 kilometer dari Kaldera Gunung Rinjani,” kata Sutopo (via Liputan6.com)

Paket kebijakan ekonomi Jokowi masuk jilid enam.
Sudah setengah lusin paket kebijakan dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo. Di seri keenam ini, Jokowi dan tim ekonominya berfokus pada tiga hal. Yakni, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), penyediaan air untuk masyarakat, dan pemangkasan izin di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Kawasan ekonomi khusus jadi ujung tombak penting dari trisula isi kebijakan ekonomi kali ini. Delapan KEK siap dikembangkan oleh Jokowi yakni, Tanjung Lesung (Banten), Sei Mangkei (Sumatera Utara), Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Api-Api (Sumatera Selatan) dan Maloi Batuta Trans Kalimantan/MBTK (Kalimantan Timur). Pemerintah berharap dengan paket kebijakan ini dapat memberi kepastian sekaligus menarik penanam modal, sehingga tercipta lapangan kerja dan memberikan penghasilan bagi para pekerja tiap di kawasan (via Beritagar.id)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post