Kurio Lunch Break: 5 Cerita Konflik Sampah Jakarta
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Cerita Konflik Sampah Jakarta

Kurio Lunch Break: 5 Cerita Konflik Sampah Jakarta

1. Truk sampah dihadang warga, Ahok sebut bentuk premanisme. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku, pihaknya dalam hal ini Dinas Kebersihan sudah melaporkan kejadian penghadangan truk pengangkut sampah yang terjadi di Jalan Transyogi, Cileungsi, Bogor Timur, pada Senin 2 November 2015, ke pihak kepolisian.Ahok mengatakan, tindakan warga ini termasuk premanisme. “Kami sudah lapor polisi. Hari ini Dinas Kebersihan mau ke sana. Makanya, itu yang saya katakan, itu namanya premanisme kalau menurut saya,” kata Ahok. Baca lengkap beritanya di Okezone.com >

2. Masalah sampah, DPRD Bekasi siap panggil Ahok. Kasus sampah ini mencuat saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Jawa Barat nekat memanggil Pemerintahan Ahok. Mereka menilai DKI telah melanggar perjanjian pembuangan sampah ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang. Baca lengkap beritanya di Viva.co.id >

3. Ribuan ton sampah Jakarta tak terangkut. Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan, saat kejadian truk sampah DKI Jakarta dihadang oleh ormas di Cileungsi sebanyak 2.000 ton sampah tidak bisa masuk ke TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi. “Sampah Jakarta per hari 6.500-6.700 ton, efek dari penghadangan beberapa hari lalu 2.000 ton tidak terangkut,” kata Isnawa. Baca lengkap beritanya di Sindonews.com >

4. Syarat-syarat ini mesti disepakati bila truk Jakarta ingin melintas. Terus menerus dihadapkan pada bau tak sedap dan jalan rusak bertahun-tahun, warga melanjut aksi menghadang truk sampah yang hendak ke Bantargebang, Bekasi, di bawah jembatan layang Cileungsi hingga Rabu, 4 November. “Kami masyarakat Bogor sudah jenuh, tidak lagi ingin bernegosiasi. Keinginan warga hanya truk jangan lagi melintas di jalur Cileungsi,” kata Budi. Baca lengkap beritanya di Rappler.com >

5. Bogor siap tampung sampah Jakarta. Pemerintah Kabupaten Bogor menawarkan kerja sama penanganan sampah kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta DKI. Kabupaten Bogor siap menampung sampah dari Jakarta jika Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, ditutup. Baca lengkap beritanya di Metrotvnews.com >

Related Post