Kurio Lunch Break: 5 Fakta Meletusnya Anak Gunung Rinjani
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Fakta Meletusnya Anak Gunung Rinjani

Kurio Lunch Break: 5 Fakta Meletusnya Anak Gunung Rinjani

Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani meletus. Abu hasil letusan menyebabkan sejumlah warga mengungsi dan penerbangan-penerbangan dibatalkan. Lima fakta tentang meletusnya anak Gunung Rinjani, kami ringkas di Kurio Lunch Break, 4 November 2015:

1. Tiga bandara ditutup akibat letusan anak Gunung Rinjani. Gunung Barujari yang berada di dalam Kaldera Gunung Rinjani masih mengalami kegempaan dan letusan. Bahkan intensitas erupsi kini semakin tinggi. Abu vulkanik dari erupsi anak Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, kini mengarah ke Jawa Timur. Akibatnya, Bandara Banyuwangi ditutup pada pada Rabu (4/11/2015). Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

2. 33 ribu jiwa terdampak di area letusan Gunung Rinjani. Saat ini, beber Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, jumlah penduduk yang tinggal di kawasan rawan bencana erupsi Gunung Rinjani adalah 33.700 jiwa. Mereka terdiri dari 3 bagian yaitu kawasan rawan bencana I berjumlah 13.800 jiwa, kawasan rawan bencana II berjumlah 14.700 jiwa, dan kawasan rawan bencana III berjumlah 5.300 jiwa. “Masyarakat diimbau tetap tenang. Dilarang ada aktivitas masyarakat di dalam radius 3 kilometer dari Kaldera Gunung Rinjani,” kata Sutopo. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

3. Abu vulkanik mengarah ke arah Jawa Timur. Condong asap mengarah ke Barat mengikuti arah angin,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya. Sementara, dari pantauan satelit Himawari menunjukkan abu vulkanik mengarah ke arah Barat hingga Barat Daya hingga ke Banyuwangi Jawa Timur. Kondisi ini menyebabkan Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar Bali ditutup kembali. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

4. Potensi susulan anak Gunung Rinjani masih tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilisgempa letusan Anak Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat masih terus terekam. Aktivitas gempa tremor mencapai 3-25 milimeter, namun amplitudo dominan berada di 6 milimeter. Sehingga potensi letusan ke depan masih tinggi. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

5. Deportasi bos mafia India terganggu gara-gara abu Rinjani. Deportasi terhadap Rajendra Nikalje alias Chota Rajan alias Kumar Mohan (56), buronan Interpol yang terlibat dalam kasus setidaknya 25 pembunuhan dan pengeboman di negaranya tertunda, Selasa 3 November 2015 malam. Awalnya, Kumar Mohan akan dijemput dengan pesawat khusus yang didatangkan dari India. Namun, debu vulkanik anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari, membuat Bandara I Gusti Ngurah Rai menutup total seluruh penerbangannya dari pukul 19.30 Wita hingga 23.30 Wita. Artinya Kumar Mohan batal dideportasi pada Selasa malam. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

Related Post