Kurio Lunch Break: 5 Cerita Kunjungan Jokowi ke Suku Anak Dalam
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Cerita Kunjungan Jokowi ke Suku Anak Dalam

Kurio Lunch Break: 5 Cerita Kunjungan Jokowi ke Suku Anak Dalam

Kunjungan Jokowi ke Jambi, demi menemui Suku Anak Dalam menimbulkan polemik. Foto hasil pertemuan tersebut direkayasa, seolah Jokowi melakukan pencitraan berpura-pura menyelamatkan Suku Anak Dalam yang harus mengungsi karena kabut asap. 5 Cerita Kunjungan Jokowi ke Suku Anak Dalam kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, Selasa, 3 November 2015.

1. Karena asap, Suku Anak Dalam mengungsi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ada 40 Orang Rimba Jambi atau Suku Anak Dalam yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Mereka terkena imbas dari bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Komunitas Konservasi Indonesi (KKI) Warsi menyatakan telah menyiapkan lokasi rumah singgah sebagai tempat evakuasi korban asap dari Suku Anak Dalam. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

2. Kronologi pertemuan Suku Anak Dalam dengan Jokowi. Rombongan Presiden Jokowi datang ke Desa Bukit Suban pada Jumat 30 Oktober 2015 siang sekitar pukul 13.00 WIB, dengan menggunakan 3 helikopter. Lokasi landasan heli di lapangan sepak bola di pusat Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Kemudian Jokowi bersalaman dengan masyarakat yang banyak menunggu. “Warga banyak bercampur, ada warga dari beberapa desa di Kecamatan Air Hitam dan Orang Rimba dari banyak kelompok yang dikumpulkan panitia dari provinsi, kabupaten, kecamatan, dan kepala desa,” ujar Rudy. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

3. Fakta menarik seputar Suku Anak Dalam. Rudy Shaf yang mendampingi orang Suku Anak Dalam selama belasan tahun mengungkapkan, sebutan Suku Anak Dalam sebenarnya sebutan atas nama sejumlah suku di Jambi yang dibuat pemerintah sekitar awal 1990. “Jadi ada Orang Rimba, Suku Bathin IX, hingga suku di pesisir timur Jambi disamakan namanya menjadi Suku Anak Dalam,” ujar pria yang juga Manajer Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI Warsi). Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

4. Difitnah lewat rekayasa foto dengan Suku Anak Dalam, apa kata Istana? Pemerintah pun langsung bereaksi. Pihak Istana menganggap pemutarbalikan fakta atas foto itu merupakan upaya pembunuhan karakter yang dilakukan pihak-pihak yang berupaya menghambat kerja pemerintah. “Karena apa pun, Presiden Jokowi secara sungguh-sungguh ingin mengangkat persoalan Suku Anak Dalam tanpa pretensi apa-apa. Dan kemudian dilakukan semacam character assassination kepada Presiden,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

5. Polisi selidiki pemutar balik fakta di foto Jokowi – Suku Anak Dalam. Ada foto yang menjadi perbincangan para netizen. Mereka menuding telah ada rekayasa atau setting-an dalam gambar tersebut. Menanggapi itu, Polri meminta masyarakat agar dapat menjaga sikap. Sebagai warga negara yang baik, tak elok menggunjingkan presiden. “Dari hasil analisis media intel internal kita, sangat kurang pantas ujaran yang keluar di medsos. Jangan sampai ini jadi kebiasaan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

Related Post