Kurio Lunch Break: 5 Cerita Soal Pengebom Mall Alam Sutera
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Cerita Soal Pengebom Mall Alam Sutera

Kurio Lunch Break: 5 Cerita Soal Pengebom Mall Alam Sutera

Untuk kali kedua, pusat perbelanjaan di Alam Sutera, Tangerang, diteror bom. Tak sempat dijinakan tim gegana, bom meledak di basement mall pekan ini. Pelakunya ternyata bukan jaringan teroris, namun seorang pria yang mencoba memeras pengelola mall. Lima cerita tentang pengeboman di Mall Alam Sutera kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, 30 Oktober 2015:

1. Oleh polisi, pelaku dijuluki si lonewolf. Kepala Polda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menjelaskan, Leopard Winsu Kumara tidak memiliki pemimpin dan kelompok yang mendorongnya untuk melakukan teror. “Ada hal unik. Pelaku ini tidak terkait sama sekali dengan jaringan-jaringan teror yang dipetakan polisi. Pelaku tunggal, motif bukan ideologi,” ujar Tito. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

2. Jenis bom di Alam Sutera baru pertama kali meledak di Indonesia. Kapolda Metrio Jaya Irjen Tito Karnavian menyatakan, bahan peledak yang digunakan pelaku adalah triacetone triperoxide (TATP). Peledak jenis ini mudah dibuat, tetapi sangat sensitif dan labil. Bahan peledak ini masuk dalam kategori high explosive. Dia menerangkan, bom yang menggunakan bahan tersebut baru ada 3 di dunia, termasuk ledakan di Alam Sutera menjadi yang pertama di Indonesia. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

3. Di dunia, jenis bom TATP baru tiga kali ditemukan. “Bom sepatu pada kasus Richard di Prancis 2001, dia membakar sepatunya,” kata Tito dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (29/10/2015). Dia juga menuturkan, bom yang menggunakan TATP terjadi di London, Inggris pada 7 Juli2005. Sebanyak 4,5 kg bahan TATP meledak di jaringan transportasi umum. Empat ledakan terjadi hampir bersamaan di 3 jalur kereta api bawah tanah dan sebuah bus di pusat Kota London. Sebanyak 52 orang meninggal dunia dan 300 lebih orang terluka. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

4. Leopard sudah tiga kali melakukan aksi teror. Ternyata, kepada Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, dia mengaku tidak hanya 2 kali meletakkan bom di mal tersebut. “Hasil penyidikan tersangka mengakui terlibat peristiwa 2 kasus sebelumnya, di Mall Alam Sutera, yakni 6 Juli 2015 tapi tidak meledak, pada 9 Juli yang berhasil meledak, dan 28 Oktober kemarin juga meledak,” ungkap Kepala Polda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

5. Leopard teror pengelola demi Bitcoin. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengungkapkan Leopard diduga mengalami kesulitan ekonomi, sehingga melakukan pemerasan lewat teror bom. “Dia sempat kirim e-mail ke manajemen Alam Sutera, mengancam dan meminta uang Rp 300 juta,” kata Tito. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

Related Post