Kurio Lunch Break: 5 Alasan Jokowi Pulang Cepat dari Amerika
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Lunch Break Kurio Lunch Break: 5 Alasan Jokowi Pulang Cepat dari Amerika

Kurio Lunch Break: 5 Alasan Jokowi Pulang Cepat dari Amerika

Jokowi mempersingkat lawatannya di Amerika karena masalah asap di Indonesia. Titik api makin banyak, daerah terdampak asap makin meluas. Sesampainya di Jakarta, Jokowi langsung berkantor di daerah kabut asap. 5 kisah tentang kepulangan Jokowi, kami ringkas dalam Kurio Lunch Break, Kamis, 29 Oktober 2015.

1. Karena alasan kemanusiaan, Jokowi pulang cepat dari Amerika. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, permasalahan kesehatan dan pendidikan yang dihadapi warga di lokasi bencana asap membuat Presiden ingin cepat kembali ke Indonesia. “Ini permasalah kemanusiaan yang harus mendapatkan perhatian lebih serius. Jadi Presiden juga tidak jengak di Amerika,” ucap Pratikno. Baca lengkap beritanya di Republika.co.id >

2. Jokowi berkantor di Sumatera Selatan. Presiden langsung menuju ke wilayah Air Sugihan, Ogan Komering Ilir . Presiden dan Ibu Negara mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumsel, sekitar pukul 08.15 WIB dengan cuaca di sekitar cerah berawan. Sebelumnya, Presiden dan rombongan bertolak dan mengakhiri kunjungan di AS dari Andrews Air Force Base Maryland, Washington DC, Amerika Serikat, dan melakukan transit dua kali di Amsterdam, Belanda, dan Abu Dhabi, Uni Emirates Arab. Baca lengkap beritanya di Bisnis.com >

3. Warga Riau tulis surat terbuka soal asap untuk Jokowi dan, …Barrack Obama. Surat yang diunggah di Facebook itu dibuat oleh warga Amerika Serikat, Steve Patriarco yang kerap mengunjungi Kalimantan dan Sumatra yang dilanda kabut asap. Dia bekerja di Indonesia sebagai penasihat bisnis dan lingkungan yang berusaha untuk menerapkan bisnis berkelanjutan di banyak perusahaan kelapa sawit. Baca lengkap beritanya di BBCIndonesia.com >

4. Tapi, kenapa Jokowi sempat kekeuh ke Amerika meski bencana asap melanda? “Karena dalam kunjungan ini ada US$20,5 miliar yang ditandatangani, diinvestasikan oleh Amerika dan ini merupakan investasi terbesar dalam era setelah era Reformasi,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Nilai investasi itu, lanjut Pramono, bahkan jauh lebih besar dibanding era pemerintahan sebelumnya. Sebab, sebelumnya hanya investasi sebesar US$ 8 miliar. Baca lengkap beritanya di Viva.co.id >

5. Ini cari Jokowi bunuh titik api. “Saya minta gini, mengenai koordinasi BMKG dan BPPT, sudah turun hujan di Jambi dan semua Kalimantan, kita mau BPPT untuk attacking ke awan yang muncul,” kata ‎Menkopolhukan Luhut B. Panjaitan. “‎Begitu ada awan potensi hujan, segera buat hujan buatan. Jadi 3-4 hari berturut-turut ada hujan deras untuk bunuh api di sana. Ini bicara per jam, bukan per hari,” tambahnya. Baca lengkap beritanya di Liputan6.com >

Related Post