Bytes of the Week: News (17-23 Oktober 2015)
Kurio adalah app berita Indonesia yang menyajikan beragam pilihan konten sesuai dengan minat dan rasa penasaran anda. Nikmati baca berita kapan saja, di mana saja!
Gd. Wisma 77 Tower 2, Jl. Letjen S Parman, Jakarta Barat
Jakarta
DKI Jakarta
11410
Indonesia
home Bytes of the Week Bytes of the Week: News (17-23 Oktober 2015)

Bytes of the Week: News (17-23 Oktober 2015)

Selamat pagi! Banyak berita penting terjadi selama seminggu lalu. Berikut lima yang mungkin saja Anda lewatkan.

Anggota Fraksi Partai Hanura Dewie Yasin Limpo (Okezone)
Anggota Fraksi Partai Hanura Dewie Yasin Limpo (Okezone)

Politisi Hanura dicokok KPK, disangka menerima suap Rp1,7 miliar.
Politisi Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo, ditangkap tangan di Bandara Soekarno Hatta. Ia dituduh menerima suap terkait kasus korupsi pembangkit listrik di sebuah daerah di Papua. Besaran suap yang diterima Dewie mencapai Rp1,7 miliar yang rencananya akan diserahkan langsung dalam bentuk dolar Singapura. Uang suap itu dibungkus dengan plastik makanan ringan keripik Kusuka. Dewie ditangkap di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 19.00 WIB. Ia harusnya telah pergi meninggalkan Jakarta pada 18.00 WIB, sayangnya pesawat yang hendak ditumpanginya mengalami keterlambatan (via Liputan6.com).

Setahun Jokowi-JK apa saja pencapaian mereka?
Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla berulang-tahun pada 20 Oktober 2015. Menurut sejumlah pengamat, hanya satu dari tiga tantangan yang berhasil diselesaikan dalam waktu setahun ini. “Di bidang politik, Jokowi harus diapresiasi, di mana euforia pertarungan lambat laun mulai di bawah kontrol Jokowi. Kubu oposisi sudah mulai terpecah, mencair, bahkan cenderung hanya Gerindra dan PKS yang jelas memposisikan diri sebagai oposisi. Sisanya sudah abu-abu dan ada yang merapat ke pemerintah,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya. Dua tantangan lain yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi keduanya ada di bidang ekonomi dan hukum. Di kedua bidang tersebut, strategi dan ketegasan Jokowi belum terlihat mumpuni. Rupiah sempat merosot tajam, dan di bidang hukum, kasus macam kriminalisasi KPK masih diabaikan (via Merdeka.com).

Mahasiswa UI diculik, pelaku minta tebussan 1 juta dolar.
Safira Permatasari, 20 tahun diculik orang tak dikenal pada Senin lalu (19/10). Taksi yang dikendarainya menuju kampus Universitas Indonesia tiba-tiba diberhentikan tiga orang yang menunggangi mobil Avanza. Sorenya, muncul pesan singkat pada ayah korban bahwa Safira diculik. Tak lebih dari 48 jam, pelaku langsung ditangkap di daerah Kota dan Cideng, Jakarta Pusat. Lima pelaku langsung diamankan polisi saat hendak mengambil uang tebusan. “Prioritas utama kasus penculikan, kami selamatkan dahulu korbannya, siapapun itu. Baru kami lakukan penangkapan pada pelaku. Safira selamat dan kami pastikan aman. Pelaku lalu kami tangkap ada lima orang,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian (via Sindonews.com)

Jakarta dibirukan Bobotoh, seberapa rusuh Jakarta?
Puluhan ribu Bobotoh, sebutan untuk pendukung Persib Bandung mendatangi Jakarta, Minggu (18/10). Mereka hadir menyaksikan partai final Piala Presiden 2015 melawan Sriwijaya FC. Di lapangan hijau, Persib sukses menekuk Laskar Wong Kito 2-0. Namun cerita belum habis karena beberapa oknum The Jak (pendukung Persija Jakarta) bertekad mencegat mereka yang hendak pulang kandang. Aksi ini terungkap usai polisi mendeteksi adanya provokasi yang dilakukan Sekjen Jakmania, Febrianto. Ia langsung diciduk polisi malam usai pertandingan. Di sejumlah tempat keributan sempat pecah di jalur yang hendak dilewati Bobotoh pulang, namun polisi berhasil menghalau agar kericuhan tak makin berkembang (via Republika.co.id)

Penetapan Hari Santri, Muhammadiyah mengkritik.
Presiden Joko Widodo menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Namun, ada polemik usai Muhammadiyah memberi kritik atas penetapan tanggal tersebut. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nassir sebelumnya mengatakan, penetapan Hari Santri berpotensi menimbulkan sekat-sekat sosial, melemahkan integrasi nasional, dan membangkitkan kembali sentimen keagamaan lama yang selama ini telah mencair dengan baik. Jokowi memberi bantahan, “Sebaliknya, akan memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta Tanah Air,” ujar Jokowi (via Liputan6.com)

Bytes of the Week adalah rangkuman lima berita paling menarik setiap minggunya yang dikurasi oleh tim kurator Kurio. Artikel yang diangkat pada rubrik ini dipilih berdasarkan kualitas keberitaan, sumber yang terpercaya, dan fungsinya bagi khalayak. Anda dapat mengikuti topik-topik terkait di aplikasi Kurio.

Related Post